
Sorkam Barat (Humas) – Suasana ceria bercampur aroma gurih masakan mewarnai kegiatan praktik mata pelajaran Akidah Akhlak. Berbeda dengan praktik teori di kelas, para siswa-siswi tersebut ditugaskan untuk mengolah menu masakan sederhana, yakni Bola-bola Tahu Telur Puyuh. Kegiatan ini bukan sekadar menguji kemampuan memasak, tetapi merupakan implementasi nyata dari materi akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari, khususnya nilai-nilai kemandirian, kerja sama, dan tanggung jawab. Jum’at 26 September 2025.
Tujuan utama dari praktik ini adalah untuk menanamkan jiwa wirausaha sederhana sekaligus mengajarkan pentingnya keterampilan hidup (life skill). Setiap kelompok siswa bekerja sama mulai dari mempersiapkan bahan baku seperti tahu, telur puyuh, bumbu-bumbu, hingga proses memasak dan penyajian. Mereka dituntut untuk membagi tugas secara adil, menjaga kebersihan, dan memastikan produk yang dihasilkan layak konsumsi dan bernilai jual. Nurpadilah Tanjung, S.Pd.I., guru Akidah Akhlak menjelaskan bahwa praktik ini sengaja dirancang agar siswa dapat merasakan langsung bagaimana menerapkan kejujuran dan amanah dalam sebuah proses kerja.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama proses memasak. Beberapa kelompok tampak cekatan mengolah adonan tahu, sementara kelompok lain fokus merebus telur puyuh dan mempersiapkan bumbu. Walaupun beberapa siswa awalnya terlihat canggung dalam memegang spatula atau mengontrol api, mereka saling membantu dan belajar dari kesalahan. “Ini seru sekali! Kami bisa belajar bagaimana bekerja sama dan mengurus semuanya sendiri. Ternyata memasak itu butuh kesabaran dan ketelitian, sama seperti harus sabar dalam menuntut ilmu,” ujar Raisyah siswa kelas XII-1.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan praktik seperti ini. Beliau menekankan bahwa pendidikan di madrasah harus bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual. “Melalui praktik memasak ini, nilai-nilai akidah akhlak seperti kebersihan (taharah), disiplin, dan gotong royong dapat tertanam kuat. Mereka belajar menghargai proses, dari bahan mentah menjadi makanan lezat, yang mengajarkan mereka untuk selalu bersyukur dan tidak mubazir,” tegasnya.
Pada akhir sesi, produk Bola-bola Tahu Telur Puyuh yang telah selesai dimasak dinilai oleh guru, tidak hanya dari segi rasa dan tampilan, tetapi juga dari aspek manajemen waktu dan kerja sama tim. Kegiatan praktik ini sukses membuktikan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak bisa disampaikan dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan siswa di masa depan. Semangat kemandirian yang tumbuh dari dapur madrasah ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa-siswi MAN 2 Tapanuli Tengah dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat setelah lulus.