
Pinangsori (Humas) — Salah satu program MTsN 2 Tapanuli Tengah yaitu mengikuti berbagai agenda Olimpiade maupun lomba. Dalam hal ini, MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah turut berpartisipasi dengan mengirimkan Delapan Siswa mengikuti Pusat Olimpiade Sains Indonesia Bertempat di SMP 1 Batang Toru. Ajang bergengsi ini digelar pada Minggu (10/8/2025) pukul 08.00 sampai selesai. Adapun tiga siswa yang mewakili adalah Aina mardiyah (Bahasa Inggris), SANIA (Bahasa Inggris),Aulia Nur Aisyah(IPA),Zaskia Az Zahra (IPA) Balqis Safanah(IPS),Salmida (IPS),Zakia Khanza(MTK). Mereka akan bersaing dengan peserta dari berbagai madrasah dan SMP untuk memperebutkan tiket utusan Provinsi DI Yogyakarta. Ketiga siswa tersebut dipilih setelah melalui seleksi oleh guru pembimbing Hilda Gressilia, S.Pd. dan Yahya, S.Ag. sebagai guru mata pelajaran bahasa Arab di MTs Negeri 3 Sleman.
Sebelum pelaksanaan Olimpiade dimulai, para peserta dan guru pembimbing diwajibkan untuk mengikuti serangkaian kegiatan pembukaan. Acara pembukaan dimulai pukul 07.30 WIB. Turut hadir dalam acara pembukaan adalah Ketua Panitia Pelaksana Olimpiade Tahun 2025, Ketua Umum POSI , Direktur KSKK Masrasah Kementerian Agama RI, dan Direktur Guru Pendidikan Dasar Ditjen GTK Kemendikbudristek.
Mengawali sambutannya, selaku Ketua Panitia Pelaksana Olimpiade mengungkap tema POSI tahun 2025. “Tema Olimpiade adalah Kita Bangkit dengan Prestasi ungkap Ketua Panitia. Lebih lanjut,menambahkan bahwa Olimpiade dilaksanakan lintas kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. “Olimpiade diikuti oleh 400 peserta dari lembaga dengan 11 di seluruh Sumatera Utara.
Pembukaan secara resmi dibuka oleh Direktur Guru Pendidikan “Sebuah penghargaan bagi saya untuk mengawal dan mendampingi ajang yang bergengsi dan terhormat ini. Ciptakan suasana Olimpiade yang kompetitif, sportif, transparan, dan berintegritas. Semoga melalui Olimpiade ini dapat membekali kemampuan ilmu sains siswa hingga jenjang internasional, sehingga mereka mampu mengenyam ilmu pengetahuan dan pengalaman yang siap untuk menjadi generasi emas di tahun 2045,” paparnya penuh keyakinan.
“Menjadi juara bukanlah tujuan dilaksanakannya Olimpiade ini. Menjadi juara hanyalah sebagai hadiah dari proses menuju juara tersebut. Bukan juara yang menjadi tujuan, melainkan proses menuju juara itulah yang terpenting,” imbuhnya menyemangati.
Terpisah, Kepala MTs Negeri 2 Tapanuli Tengah Hj.Kawati.S.Pd. mengapresiasi keikutsertaan peserta didiknya dalam ajang Olimpiade. Baginya, apapun event yang diikuti siswa untuk menambah ilmu pengetahuan, maka madrasah akan mendukungnya. “Pada setiap lomba yang diikuti, target utama adalah bukan untuk meraih juara, tapi bagaimana siswa setelah kegiatan tersebut bertambah pengetahuan dan terasah kemampuan berbahasa Arabnya. Semoga melalui Olimpiade ini akan bertambah peningkatan kemampuan berbahasa Arab siswa di masa yang akan datang,” harap Kamad.
Adapun teknis pelaksanaan lomba, peserta menjawab 50 soal pilihan ganda dalam waktu maksimal 60 menit. Soal yang diuji adalah memahami soal,. Lomba dilakukan secara online menggunakan perangkat komputer berkamera aktif dengan jaringan internet yang stabil. Peserta tidak diperbolehkan memakai perangkat berupa tablet atau telepon seluler. Sementara itu, pengumuman hasil Olimpiade tingkat kabupaten/kota akan diumumkan pada Sabtu mendatang.A.W