
Tapanuli Tengah (Humas) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring cair sebagai upaya meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta menumbuhkan jiwa wirausaha bagi para anggotanya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah dan diikuti dengan antusias oleh seluruh anggota DWP pada hari Senin, 22 Juni 2026.22/06
Ketua DWP Kemenag Tapteng, Ny. Siti Asiah Harahap Awaluddin Habibi Siregar menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu program pemberdayaan anggota yang bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai peluang usaha tambahan bagi keluarga.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap anggota DWP tidak hanya mampu membuat sabun cuci piring untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan ini menjadi usaha produktif yang bernilai ekonomis,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai bahan-bahan yang digunakan, proses pencampuran, teknik pengadukan, hingga pengemasan produk agar menghasilkan sabun cuci piring yang berkualitas dan ramah digunakan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan sabun.
Suasana pelatihan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Para anggota tampak aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan sabun berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan keterampilan, tetapi juga mempererat silaturahmi antaranggota DWP.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Kemenag Tapanuli Tengah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian anggota, sejalan dengan semangat pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anggota DWP semakin termotivasi untuk berinovasi, berkarya, serta berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat.