
Pandan (Humas). Dalam rangka membentuk karakter religius sejak awal memasuki lingkungan madrasah murid baru MAN 3 Tapanuli Tengah mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan yang dipandu oleh Guru Bahasa Arab Jusri Tumanggor. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian pembiasaan ibadah yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada seluruh murid baru Tahun Pelajaran 2026/2027,Jumat(25/7).
Pembinaan dilaksanakan di lingkungan madrasah dengan suasana yang khidmat dan penuh antusias. Seluruh murid baru mengikuti arahan yang diberikan sebagai bekal dalam membangun kebiasaan beribadah serta meningkatkan kedisiplinan selama menempuh pendidikan di MAN 3 Tapanuli Tengah.
Dalam kegiatan tersebut Jusri Tumanggor mengajak seluruh murid baru untuk membiasakan diri melaksanakan Sholat Dhuha sebagai salah satu amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Pembiasaan ibadah sejak dini akan menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi yang bertakwa, disiplin dan bertanggung jawab.
Jusri Tumanggor menjelaskan bahwa Sholat Dhuha bukan sekadar ibadah sunnah tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt., memohon kemudahan dalam menuntut ilmu, serta mengharapkan keberkahan dalam setiap aktivitas sehari-hari.
“Sebagai peserta didik madrasah kita harus membiasakan diri mengawali hari dengan ibadah. Sholat Dhuha mengajarkan kita untuk selalu bersyukur, berikhtiar dan menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt. Semoga kebiasaan ini terus terjaga selama belajar di MAN 3 Tapanuli Tengah bahkan hingga dewasa nanti,” ujar Jusri Tumanggor.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademi tetapi juga oleh kualitas akhlak dan kedekatan seorang hamba kepada Allah Swt. Oleh sebab itu, madrasah terus menghadirkan berbagai program pembiasaan yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembinaan keagamaan tersebut. Pembiasaan ibadah merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menjadi ciri khas madrasah dalam mencetak generasi yang unggul, beriman dan berakhlakul karimah.
“Kami ingin murid baru tidak hanya mengenal lingkungan madrasah tetapi juga memahami budaya religius yang menjadi identitas MAN 3 Tapanuli Tengah. Melalui pembiasaan ibadah seperti Sholat Dhuha kami berharap lahir generasi yang memiliki karakter kuat cinta kepada Allah Swt., serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Juraida Siregar.
Kegiatan pembinaan ini mendapat sambutan positif dari para murid baru. Mereka mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat sekaligus memperoleh pemahaman tentang pentingnya menjadikan ibadah sebagai bagian dari rutinitas harian selama menempuh pendidikan di madrasah.
Melalui pembinaan keagamaan yang berkesinambungan MAN 3 Tapanuli Tengah terus berkomitmen membangun budaya religius sebagai landasan dalam mencetak generasi yang berilmu, beriman, berprestasi serta berakhlakul karimah sejalan dengan visi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul dan bermartabat.(ms)