BKKBN Gencarkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Edukasi Pencegahan Stunting di MAN 2 Tapanuli Tengah

Sorkam Barat (Humas) – MAN 2 Tapanuli Tengah Kamis, 30 Oktober 2025 menjadi lokasi penting bagi kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan ini fokus pada dua isu krusial: peluncuran Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan edukasi intensif mengenai pencegahan stunting. Inisiatif ini menargetkan para siswa-siswi dan guru sebagai agen perubahan di tengah masyarakat, khususnya dalam membentuk keluarga yang berkualitas di masa depan. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan Generasi Emas 2045 yang sehat dan cerdas.

Pelaksanaan GATI di lingkungan sekolah merupakan strategi BKKBN untuk mengatasi fenomena fatherless atau kurangnya peran aktif ayah dalam pengasuhan anak yang kian marak. Melalui program GATI, BKKBN berupaya menanamkan kesadaran bahwa peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang harus hadir secara emosional dan psikologis dalam tumbuh kembang anak. Di hadapan ratusan pelajar MAN 2 Tapteng, para penyuluh BKKBN menekankan pentingnya komunikasi yang hangat dalam keluarga sebagai pondasi utama untuk melahirkan generasi yang tangguh dan berkarakter, jauh dari masalah emosional dan perilaku.

Selain GATI, fokus utama sosialisasi adalah upaya percepatan penurunan angka stunting, yang merupakan masalah gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang anak. Data menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah masih menjadi perhatian serius, mendorong Pemkab Tapteng untuk menggerakkan kolaborasi lintas sektor. Dalam sesi edukasi, BKKBN menjelaskan secara rinci tentang bahaya stunting bagi kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa. Para siswa dan guru diajak untuk memahami faktor-faktor penyebab, mulai dari gizi ibu hamil hingga sanitasi lingkungan, serta peran pencegahan sedini mungkin.

Keluarga besar MAN 2 Tapanuli Tengah menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian integral dari pendidikan karakter dan persiapan hidup bermasyarakat bagi para pelajar. Para siswa, yang kelak akan menjadi orang tua, kini dibekali pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya perencanaan keluarga yang matang dan praktik pengasuhan yang benar. Diharapkan, ilmu yang mereka peroleh dari BKKBN ini tidak hanya berhenti di bangku sekolah, tetapi dapat mereka tularkan ke keluarga, lingkungan, dan komunitas sekitar, menciptakan efek domino yang positif dalam upaya pencegahan stunting dan penguatan ketahanan keluarga.

Dengan sinergi antara lembaga pendidikan seperti MAN 2 Tapteng dan BKKBN melalui program GATI serta sosialisasi stunting, diharapkan lahirnya calon-calon ayah dan ibu yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis tinggi, tetapi juga kesadaran penuh akan tanggung jawab dalam membentuk keluarga sehat dan berkualitas. Langkah proaktif ini menjadi penegas bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul di Tapanuli Tengah harus dimulai dari kesiapan mental, emosional, dan gizi yang optimal sejak sebelum pernikahan hingga masa tumbuh kembang anak. Kehadiran dan perhatian ayah (GATI) adalah salah satu kunci utama untuk mewujudkan Generasi Emas bebas stunting.