
Pandan (Humas). MAN 3 Tapanuli Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga siap menjadi generasi tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan kegiatan sosialisasi edukasi kesehatan serta mitigasi bencana alam dan non-alam, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (19/9).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas XII 1 diikuti oleh peserta didik dengan penuh semangat dan antusias. Hadir sebagai narasumber, Reza Harahap dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara bersama timnya, serta didampingi pejabat dan staf Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah. Kehadiran mereka membawa suasana belajar yang berbeda, karena peserta didik mendapatkan materi langsung dari para ahli di bidang kesehatan dan penanggulangan bencana.
Dalam pemaparannya, Reza Harahap menjelaskan bahwa ancaman bencana alam maupun non-alam merupakan sesuatu yang nyata dan bisa terjadi kapan saja, baik gempa bumi, banjir, kebakaran, kecelakaan, hingga kondisi gawat darurat kesehatan. Karena itu, generasi muda perlu dibekali keterampilan dasar seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP), pertolongan pertama, serta pengetahuan menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan.
“Edukasi kesehatan bukan hanya teori, tapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga dengan mitigasi bencana, yang tujuannya bukan membuat kita takut, tetapi lebih siap dan tidak panik ketika situasi darurat datang. Adik-adik MAN 3 Tapanuli Tengah adalah calon generasi tangguh yang akan menjadi garda terdepan di tengah masyarakat,” ungkapnya penuh motivasi.
Peserta didik kemudian mendapat kesempatan untuk praktik langsung. Dengan bimbingan tim kesehatan, mereka mempelajari teknik RJP, simulasi evakuasi saat bencana, hingga bagaimana menolong teman sebaya yang mengalami kondisi darurat. Suasana belajar berlangsung serius, tetapi tetap hangat dan menyenangkan, sehingga membuat peserta semakin mudah memahami setiap materi yang disampaikan.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan edukasi kesehatan dan mitigasi bencana adalah bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik, yang sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak insan berilmu, berakhlak, dan berdaya guna bagi masyarakat.
“Kami menyadari bahwa pendidikan tidak hanya sebatas pada mata pelajaran di kelas, tetapi juga keterampilan hidup yang bisa berguna di masa depan. Ilmu yang anak-anak dapatkan hari ini, baik tentang kesehatan maupun kesiapsiagaan bencana, adalah bekal berharga yang bisa menyelamatkan nyawa. Kami berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah atas dedikasi dan kerja samanya,” ungkap Kepala Madrasah.
Tidak hanya guru dan peserta didik, staf madrasah pun ikut serta dalam kegiatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya individu tertentu. Melalui diskusi interaktif, peserta juga diajak untuk mengenali risiko bencana di lingkungan sekitar, mengidentifikasi langkah-langkah pencegahan, hingga menyusun strategi sederhana untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Salah satu peserta didik Siti Arafah Naibaho, mengaku sangat senang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. “Awalnya saya hanya tahu teori RJP dari pelajaran, tapi hari ini saya bisa praktik langsung dengan arahan tenaga kesehatan. Saya jadi lebih percaya diri jika suatu saat menghadapi keadaan darurat. Ini pengalaman yang sangat bermanfaat,” tuturnya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan dan mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia pendidikan. Melalui sinergi antara madrasah, dinas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan, generasi muda akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, sehat, dan tanggap terhadap situasi apapun.
Dengan selesainya kegiatan ini, MAN 3 Tapanuli Tengah semakin mantap melangkah menuju visi mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap menjadi insan yang peduli, tangguh, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.(ms)