Eksotika Sigale-gale MAN 2 Tapanuli Tengah Pukau Perkemahan Wirakarya Madrasah Sumut

Sorkam Barat (Humas) – Kontingen MAN 2 Tapanuli Tengah tampil memukau pada ajang Tari Kreasi Nusantara yang digelar sebagai bagian dari Giat Prestasi di Perkemahan Wirakarya Madrasah (PWM) Sumatera Utara. Dalam acara yang diikuti oleh perwakilan madrasah terbaik dari 23 kabupaten/kota se-Sumatera Utara, penampilan tari Sigale-gale yang khas dari Tapanuli Tengah berhasil mencuri perhatian ratusan peserta dan tamu undangan. Tarian tradisional Batak Toba yang sarat makna ini disajikan dengan sentuhan kreasi modern, menjadikannya tontonan yang segar namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya asli. Jum’at, 26 September 2025.

Para penari dari MAN 2 Tapanuli Tengah menunjukkan profesionalisme dan penghayatan yang luar biasa saat membawakan tarian yang merepresentasikan boneka kayu memodifikasi dengan manusia yang menyerupai boneka sigalle galle. Para penari tidak hanya menirukan gerakan tarian boneka Sigale-gale yang unik dan kaku, tetapi juga mengintegrasikannya dengan koreografi energik yang menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat Batak. Dipadukan dengan iringan musik tradisional Gondang yang dikemas lebih kontemporer, penampilan ini sukses membangun suasana magis sekaligus meriah di arena perkemahan.

Kurnia Arifah, M.Pd., selaku pembimbing menyampaikan bahwa penampilan ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi siswa dalam melestarikan warisan leluhur. “Tari Sigale-gale ini adalah identitas kami. Melalui Perkemahan Wirakarya Madrasah ini, kami ingin menunjukkan kepada saudara-saudara kami dari seluruh Sumatera Utara bahwa madrasah adalah garda terdepan dalam menjaga dan mempromosikan budaya daerah,” ujarnya. Persiapan intensif selama berminggu-minggu ditekankan bukan sekadar untuk memenangkan lomba, melainkan untuk memberikan persembahan budaya terbaik.

Ajang Tari Kreasi Nusantara di PWM Sumatera Utara memang menjadi platform penting bagi siswa madrasah untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memupuk rasa bangga terhadap keragaman budaya bangsa. Setiap kontingen berlomba menyajikan tarian daerahnya dengan modifikasi yang inovatif, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman. Kehadiran Sigale-gale dari Tapanuli Tengah di tengah tarian Melayu, Karo, atau Simalungun lainnya, membuktikan komitmen madrasah dalam merawat mozaik budaya Sumatera Utara.

Penampilan gemilang MAN 2 Tapanuli Tengah dengan Tari Sigale-gale ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk tidak malu menunjukkan dan mengkreasi ulang warisan budaya mereka. Lebih dari sekadar kompetisi, Giat Prestasi ini berhasil menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai antardaerah. Semangat “Wirakarya” atau kerja nyata yang dijunjung tinggi dalam perkemahan ini terwujud sempurna melalui kreasi seni yang artistik dan penuh makna budaya.