
Tapanuli Tengah (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapanuli Tengah menggelar kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan keagamaan serta memperkuat sinergi program Bimas Islam di wilayah Tapanuli Tengah.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para penyuluh agama Islam, Kepala KUA serta jajaran pengelola Bimas Islam Kemenag Tapteng. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tapanuli Tengah, Julsukri Mangandar Limbong dalam sambutannya berdasarkan Kepdirjen Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 794 tahun 2025 tentang Ruang Lingkup Kegiatan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Islam, intinya peran strategis penyuluh agama islam sebagai ujung tombak pembinaan umat di tengah masyarakat. Menurutnya, penyuluh agama tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai agen moderasi beragama yang mampu menjaga kerukunan dan harmoni sosial.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap para penyuluh agama Islam dapat meningkatkan kompetensi, profesionalitas, serta kepekaan terhadap dinamika sosial dan keagamaan yang berkembang di Masyarakat” ujarnya.
Pada kesempatan ini Kasi Bimas Islam, Bincar Halomoan Siregar dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan dan rakor ini merupakan momentum penting untuk menyatukan persepsi dan langkah seluruh penyuluh agama Islam. Ia menegaskan bahwa penyuluh memiliki peran sentral dalam menyukseskan program-program Bimas Islam, khususnya dalam penguatan moderasi beragama dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
“Menurutnya, melalui Rapat Koordinasi Bimas Islam Tahun 2026, diharapkan seluruh penyuluh mampu memahami arah kebijakan dan program prioritas Kementerian Agama, sehingga pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia juga mengajak seluruh penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berinovasi dalam metode penyuluhan, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah yang efektif”. Ungkapnya
Sementara itu, Rakor Bimas Islam Tahun 2026 difokuskan pada evaluasi program kerja tahun sebelumnya serta penyusunan dan penyelarasan program kerja ke depan. Rakor ini bertujuan untuk memastikan seluruh program Bimas Islam dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan selaras dengan kebijakan Kementerian Agama.
Dalam sesi pembinaan dan diskusi, para peserta juga diberikan pemaparan terkait kebijakan terbaru Kemenag, penguatan moderasi beragama, serta strategi peningkatan kualitas penyuluhan keagamaan di era digital.
Melalui kegiatan ini, Kantor Kemenag Tapanuli Tengah berharap terwujudnya penyuluh agama Islam yang berintegritas, berkompeten, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan kehidupan beragama yang rukun dan damai di Kabupaten Tapanuli Tengah.