
Pandan (Humas) Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kabupaten Tapanuli Tengah, Morasi Tumanggor, S.Th., menghadiri acara Pembukaan Sidang Umum Sinode Gereja Santosa Asih yang ke-VII tahun 2025. Sinode resmi dibuka di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (22/10).
Morasi mengatakan dalam kata sambutan bahwa Sidang sinode bukan sekadar kegiatan rutin gereja, melainkan momentum strategis bagi tubuh Kristus untuk menata arah, memperbarui panggilan, dan meneguhkan kembali misi pelayanan di tengah dunia yang terus berubah.
“Kiranya pertemuan ini menjadi sarana untuk memperdalam iman, memperkuat kesatuan gereja, dan melahirkan keputusan-keputusan yang tidak hanya administratif, tetapi juga profetis — yang membawa gereja semakin relevan dan berdampak di tengah Masyarakat”. Ungkap Morasi
Morasi juga menyampaikan beberapa poin penting. Poin pertama menekankan pada Gereja dan tantangan zaman ; Gereja harus hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai sumber nilai, moral, dan kasih yang menghidupkan bangsa. Kemudian Moderasi Beragama merupakan Wajah Kasih dalam Keberagaman. Di tengah keberagaman agama di Tapanuli Tengah, marilah kita menjadi wajah kasih Kristus yang menghubungkan, bukan memisahkan. Sebab kasih adalah bahasa universal yang dipahami semua hati.
Ia juga menegaskan Kerukunan Intern Gereja, Dari Perselisihan Menuju Persatuan ; Sidang Sinode ini hendaknya menjadi ruang untuk membangun kerendahan hati kolektif — tempat di mana setiap pemimpin gereja berani mendahulukan kepentingan Kristus di atas kepentingan diri.
“Marilah kita jadikan Sidang Umum Sinode Gereja Sentosa Asih ke-VII tahun 2025 ini bukan sekadar forum musyawarah, melainkan perjumpaan rohani yang memperbaharui hati dan visi pelayanan kita”.tutupnya