Kasi Urusan Agama Kristen menjadi Narasumber Diklat Pelatihan Manajemen Rumah Ibadah

Pandan (Humas) – Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kabupaten Tapanuli Tengah, Morasi Tumanggor menjadi narasumber dalam diklat di wilayah kerja Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah  dan Kota Sibolga yang diadakan oleh Balai Diklat Keagamaan Medan. Kegiatan ini diadakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (11/11)

Morasi Tumanggor, menyampaikan materi tentang Manajemen Rumah Ibadah dalam kegiatan pelatihan yang diikuti oleh tiga puluh peserta. Peserta berasal dari pengurus rumah ibadah Kristen, Katolik, dan Buddha di wilayah setempat.

Menurut Morasi, kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas pengurus rumah ibadah agar mampu mengelola organisasinya secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan umat. Ia menjelaskan bahwa banyak pengurus rumah ibadah yang masih belum memahami tugas dan tanggung jawabnya secara menyeluruh.

“Melalui pelatihan ini, kita ingin mendorong para pengurus rumah ibadah agar lebih terampil dalam manajemen organisasi, administrasi keuangan, serta pengembangan jejaring kerja dan pendayagunaan ekonomi,” ujar Morasi.

Beliau juga menambahkan bahwa pengelolaan rumah ibadah yang baik bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut kemampuan membaca kebutuhan umat dan menyesuaikan pelayanan dengan perkembangan zaman.

“Pengelolaan rumah ibadah yang baik dan terus ditingkatkan sudah menjadi kebutuhan umat. Karena itu, pengurus rumah ibadah harus peka terhadap kondisi dan kebutuhan umat beragama yang terus berkembang,” tutur beliau.

Sepanjang kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang diberikan. Di akhir sesi, Kasi Bimas Kristen tersebut membuka forum tanya jawab agar peserta dapat memperdalam pemahaman mengenai materi yang disampaikan.

Beliau berharap, sepulangnya dari pelatihan ini, para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tempat masing-masing. “Harapan kami, para pengurus rumah ibadah menjadi lebih kompeten dan profesional, sehingga keberlangsungan serta kesejahteraan rumah ibadah dapat terus terjaga,” pungkas Morasi.