
Padan ( Humas ) — Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Dr. H. Ismail, S.Pd.,M.Pd. meraih lulusan terbaik, IPK 3,92 dengan pujian pada Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara. Ini disampakan Dekan FITK UIN Sumatera Utara pada acara Sambung Rasa dan Wisuda ke-82 FITK UINSU, Sabtu (11/5) di Kampus UINSU Jl. Williem Iskandar Medan Estate Kecamatan Percut Seituan.
Dalam sidang promosinya terdahulu, dengan disertasi yang berjudul “Pengembangan Model Kepemimpinan Transformasional Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Tingkat MIN Kabupaten Tapanuli Tengah” Dia menyoroti tentang dinamika dan potret pendidikan yang berlangsung saat ini yang merupakan persoalan penting.
Dalam kata sambutanya “Terlalu banyak masalah yang muncul dalam sistem pendidikan saat ini mulai pendidikan dasar dan pendidikan menengah, di antaranya adalah tentang kepemimpinan kepala madrasah dan kualitas pendidikan/pembelajaran yang rendah sehingga masih menarik untuk dikaji secara mendalam. Sebab kepala madrasah memiliki kedudukan penting dan strategis dalam memajukan suatu lembaga pendidikan,” ujar Ismail “
Menurutnya, kepala madrasah adalah ujung tombak di dalam institusi pendidikan, maka di tangan kepala madrasah ini pula ditentukan maju mundurnya suatu lembaga pendidikan Islam. Kepala madrasah merupakan salah satu komponen utama yang paling berperan dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan pendidikan. Hal ini karena ada hubungannya antara keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di madrasah dengan mutu kepala madrasah. Madrasah berhasil adalah madrasah yang dipimpin oleh kepala madrasah yang memiliki pengetahuan dan kompetensi serta keinginan yang kuat untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap semua usaha dan program-programnya. Day, et.al (2016:5) mengatakan : “School leaders are under consederable pressure to demonstrate the contribution or their work to school improvement.”
Sebaliknya, madrasah kurang berhasil apabila dipimpin oleh kepala madrasah yang minus pengetahuan serta kurang memiliki kompetensi. Mengingat masih krusialnya permasalahan pendidikan yang berlangsung saat ini, Bank Dunia (World Bank) memfokuskan pada bagaimana meningkatkan kemampuan guru dan pimpinan sekolah menjadi pembahasan khusus yang secara terus menerus dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.

Terkait keberhasilannya meraih gelar doktor tersebut ismail juga menyampaikan ini menjadi dorongan kepada tenaga Pendidik baik tingat MI,MTS. Dan MA di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk tidak puas dengan Ilmu yang kita miliki seperti apa yang kita dengar “ Tuntutlah Ilmu sampai Akhir Hayat” oleh karena ini menjadi contoh bagi kita supaya kita terus belajar dan belajar untuk meningkatkan kualitas Pendidikan baik Tingkat Madrasah maupun Umum yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah.