
Pandan (Humas), 14 Mei 2025 – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah (Kemenag Tapteng) mengikuti kegiatan Wawancara Penilaian Zona Integritas (ZI) yang diselenggarakan oleh Inspektorat II, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, pada Rabu (14/05), secara daring. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penilaian menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang diberikan kepada satuan kerja berprestasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Kepala Kemenag Tapteng, Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag,.M.M, memimpin langsung tim pembangunan ZI dalam sesi wawancara yang dihadiri oleh Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal. Dalam kesempatan tersebut, Kemenag Tapteng memaparkan latar belakang dalam mengikuti pembangunan Zona Integritas, capaian inovasi, serta strategi yang telah dilakukan dalam mewujudkan lingkungan kerja yang profesional dan berintegritas tinggi.
“Kami menyadari bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya sekadar memenuhi dokumen administratif, tetapi merupakan komitmen seluruh ASN Kemenag Tapteng untuk memberikan layanan yang cepat, tepat, dan bersih kepada masyarakat,” ujar julsukri dalam paparannya.
Dalam sesi wawancara, Tim Penilai menggali lebih dalam aspek-aspek utama dalam pembangunan ZI, seperti manajemen perubahan, penataan tata laksana, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Tim Kemenag Tapteng menjelaskan sejumlah program unggulan, di antaranya adalah digitalisasi layanan administrasi keagamaan, sistem antrean berbasis online, serta inovasi dalam pelayanan Haji dan Umroh dan bimbingan masyarakat Islam.
Tak hanya itu, Kemenag Tapteng juga menampilkan testimoni dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat dari reformasi birokrasi yang tengah dijalankan. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah program Wa Center yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan dan efisien.
Tim Penguji dalam arahannya memberikan apresiasi atas semangat dan kerja keras Kemenag Tapteng dalam mendorong perubahan positif di lingkungan kerjanya. “Kami melihat komitmen yang kuat dari pimpinan dan seluruh jajaran. Semoga langkah ini dapat menginspirasi satuan kerja lainnya untuk terus berinovasi dan memperkuat integritas dan lolos ke tahap selanjutnya,” ujarnya.
Wawancara ini menjadi momen evaluasi sekaligus refleksi bagi Kemenag Tapteng untuk terus memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas dan bebas dari korupsi.
Menutup kegiatan, Kepala Kemenag Tapteng menegaskan kembali komitmennya: “Kami akan terus menjaga semangat perubahan ini. Predikat WBK bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari upaya berkelanjutan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan apa yang disampaikan kepada tim dari irjen RI agar dapat di laksanakan.”ujarnya
Dengan mengikuti tahapan wawancara ini, Kemenag Tapteng menunjukkan kesiapan dan dedikasinya sebagai satuan kerja binaan yang layak menjadi role model dalam penerapan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama.