Kepala dan Guru MIN 6 Tapanuli Tengah Mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Pandan (Humas) | Kepala dan Guru MIN 6 Tapanuli Tengah Mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang diselenggarakan Oleh Penerbit Erlangga Bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah Bertempat di Hotel Hasian Pandan, Rabu (24/07).  Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Tapanuli Tengah H. Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag, MM.

Yang menjadi Narasumber pada kegiatan ini yaitu Katim Kurikulum kanwil Syawaluddin, S.Ag, M.Si Beserta Staf Katim Kurikulum kanwil Rahmat Jamil, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala dan guru berbagai Tingkatan baik tingkat MI, MTS, Maupun MA Se-kabupaten Tapanuli Tengah. Pada kegiatan ini juga berhadir Kasi Pendidikan Islam Syamsul Simanjuntak, S.Pd, MM.

Kepala Kantor Kementerian Agama (kakankemenag) Tapanuli Tengah H. Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag, MM dalam Pembukaannya berharap  para guru mampu memahami konsep Kurikulum Merdeka. “Kami berharap dengan adanya workshop ini, para guru mampu memahami konsep Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RL) serta mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di madrasah nya masing-masing. Ungkapnya.

Kepala MIN 6 Tapanuli Tengah Masyhur Tanjung, S.Ag yang mengikuti Kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka Mengatakan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung suksesnya implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), dengan fokus memberikan layanan pendidikan yang lebih baik kepada siswa. Setiap orang memiliki kekuatan dan potensi yang berbeda. Oleh karena itu, kurikulum seharusnya memberikan ruang yang luas bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. Ucapnya.

Guru MIN 6 Tapanuli Tengah yang menjadi peserta Hasnifa Sinaga, S.Pd.i Mengatakan Kurikulum Merdeka mengusung pembelajaran intrakurikuler yang beragam, dengan konten yang lebih mendalam agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk memahami konsep dan memperkuat kompetensinya. Guru diberi keleluasaan untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan belajar dan minat siswa, termasuk dengan menerapkan proyek dalam pembelajaran. Ungkapnya.