
Pandan (Humas) – Dalam kegiatan pengarahan yang digelar di halaman madrasah pada Rabu pagi Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., memberikan imbauan penting kepada seluruh peserta didik terkait meningkatnya kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Beliau mengingatkan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas belajar,Rabu(19/11).
Dalam arahannya kepala madrasah menekankan bahwa cuaca ekstrem seperti panas terik disertai hujan deras yang datang tiba-tiba dapat memicu berbagai penyakit, khususnya flu, batuk, demam hingga dehidrasi. Karena itu beliau mengajak para peserta didik untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat dan menjaga stamina tubuh.
Beliau juga meminta peserta didik untuk selalu membawa perlengkapan pribadi seperti payung, jas hujan dan air minum agar tetap terlindungi selama berada di lingkungan madrasah maupun saat perjalanan menuju dan pulang dari sekolah. Langkah kecil tersebut dapat mengurangi risiko paparan cuaca yang berbahaya.
Juraida Siregar mengimbau peserta didik agar tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh sedang tidak fit. Beliau menegaskan bahwa kesehatan merupakan prioritas utama sehingga peserta didik diharapkan segera melaporkan kepada wali kelas atau pihak madrasah jika mengalami gejala kurang sehat.
Dalam kesempatan tersebut kepala madrasah juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Cuaca ekstrem sering memicu berkembangnya nyamuk dan penyakit akibat genangan air sehingga gotong royong dan kepedulian peserta didik terhadap kebersihan sangat diperlukan.
Para peserta didik tampak serius mendengarkan arahannya. Banyak di antara mereka yang mengangguk paham ketika kepala madrasah menjelaskan tindakan-tindakan kecil yang dapat membantu mereka lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak stabil.
Ia juga menambahkan bahwa pihak madrasah juga akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca melalui informasi resmi dari BMKG. Apabila diperlukan madrasah akan menyesuaikan kegiatan tertentu agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Juraida juga mengajak seluruh guru untuk turut berperan aktif mengingatkan peserta didik mengenai langkah-langkah pencegahan penyakit dan keselamatan diri. Kerja sama antara madrasah, guru dan peserta didik sangat penting dalam menghadapi situasi cuaca yang tidak menentu.
Di akhir kegiatan pengarahan kepala madrasah kembali menegaskan bahwa disiplin menjaga kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab pribadi setiap peserta didik. Beliau berharap seluruh peserta didik tetap semangat dalam belajar tanpa mengabaikan pentingnya menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca ekstrem.(ms)