Kepala MAN 2 Tapteng Hadiri Rakor, Perkuat Implementasi Nilai Dasar SDM Kemenag

Sorkam Barat (Humas) 15 Oktober 2025 – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah menunjukkan komitmen penuh dalam penguatan integritas dan etos kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Pertemuan penting yang dilaksanakan di Aula Kemenag Tapteng ini menjadi ajang konsolidasi seluruh pimpinan satuan kerja (Satker), termasuk madrasah dan KUA, dalam rangka menyelaraskan langkah dan visi pelayanan. Kehadiran Kepala MAN 2 Tapteng menandai kesiapan madrasah dalam menjadikan arahan pimpinan sebagai pedoman utama.

Rakor tersebut secara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan bimbingan dan arahan strategis dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Tapteng, H. Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag., MM. Inti dari arahan yang disampaikan Kakan Kemenag kali ini berfokus pada nilai-nilai dasar Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama, yang dikenal sebagai “Lima Nilai Budaya Kerja”: Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, dan Keteladanan. Beliau menegaskan bahwa implementasi nilai-nilai ini adalah kunci utama dalam mewujudkan layanan publik yang prima dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Bagi MAN 2 Tapanuli Tengah, arahan mengenai nilai-nilai dasar SDM ini memiliki relevansi yang sangat tinggi, terutama dalam konteks pendidikan. Kepala MAN 2 Tapteng menyambut baik penekanan pada nilai Integritas dan Profesionalitas yang harus dicerminkan oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Integritas diwujudkan melalui kejujuran dalam penilaian dan pengelolaan dana, sementara profesionalitas diimplementasikan melalui peningkatan kompetensi guru dalam mengajar dan melakukan pembimbingan peserta didik agar lulusan madrasah memiliki daya saing yang tinggi.

Kepala MAN 2 Tapteng, H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., menyampaikan bahwa madrasah siap menjadi pelopor dalam internalisasi nilai-nilai tersebut, tidak hanya di kalangan ASN tetapi juga kepada peserta didik. Nilai Tanggung Jawab akan diterapkan dengan memastikan setiap program kerja berjalan tepat sasaran dan akuntabel. Sementara nilai Keteladanan diutamakan agar seluruh jajaran pendidik dapat menjadi contoh nyata bagi siswa dalam beretika, bersikap, dan beragama yang moderat. Hal ini sejalan dengan upaya Kemenag dalam memperkuat moderasi beragama di lembaga pendidikan.

Sebagai penutup, Rapat Koordinasi ini memberikan landasan filosofis dan operasional yang kuat bagi seluruh jajaran Kemenag Tapteng. Dengan komitmen Kepala MAN 2 Tapteng untuk segera menindaklanjuti dan mensosialisasikan Lima Nilai Budaya Kerja Kemenag, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas pelayanan pendidikan di madrasah. Sinergi antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan di lapangan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan semangat Kementerian Agama.