
Pandan (Humas). Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tapanuli Tengah kembali menjadi pusat kegiatan akademik yang penuh makna. Sabtu (20/9), ruang pertemuan madrasah ini menjadi saksi terlaksananya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pascasarjana Program Magister UIN Syahada Padangsidimpuan.
Kegiatan tersebut menghadirkan dosen serta mahasiswa Pascasarjana yang turun langsung memberikan arahan, bimbingan, dan pendampingan kepada para peserta didik dan guru MAN 3 Tapteng. Tema besar kegiatan ini berfokus pada penguatan komunikasi Islam, penyiaran berbasis nilai-nilai keagamaan, serta strategi menghadapi tantangan era digital di dunia pendidikan.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah, Muallimah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim Pascasarjana UIN Syahada. Ia menegaskan bahwa PKM bukan sekadar program rutin akademisi, melainkan bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menengah. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas terlaksananya kegiatan ini. Bimbingan yang diberikan tentu menambah wawasan peserta didik sekaligus memperkaya metode pembelajaran di madrasah. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin sehingga manfaatnya semakin luas bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” ungkapnya.
Selain sambutan dari Kepala Madrasah, kegiatan ini juga diisi dengan paparan dari para dosen Pascasarjana. Mereka menyampaikan pentingnya komunikasi yang baik dalam menyampaikan pesan-pesan Islam, mengelola media dakwah secara kreatif, dan menjaga etika komunikasi di tengah derasnya arus informasi digital. Mahasiswa Pascasarjana turut ambil bagian dengan memberikan praktik langsung dan contoh nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta didik terlihat antusias bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman para dosen dan mahasiswa dalam dunia komunikasi serta penyiaran. Tidak hanya itu, tenaga pendidik juga mendapatkan bimbingan mengenai bagaimana mengintegrasikan metode komunikasi yang efektif ke dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat transfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai moral dan karakter.
Bagi peserta didik MAN 3 Tapteng, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Mereka merasa mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana ilmu komunikasi dapat diaplikasikan, baik dalam lingkup sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Banyak di antara mereka yang terinspirasi untuk lebih percaya diri berbicara di depan umum, berani menyampaikan ide, serta memanfaatkan media sebagai sarana penyiaran nilai-nilai Islam.
Bagi pihak Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan, kegiatan PKM ini juga menjadi bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan turun langsung ke madrasah, para dosen dan mahasiswa dapat menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus menyalurkan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku kuliah agar lebih bermanfaat.
Kegiatan ditutup dengan pesan kebersamaan dan harapan agar PKM ini tidak berhenti hanya sebagai agenda seremonial, melainkan berlanjut dalam bentuk program jangka panjang. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi madrasah yang unggul dalam ilmu, tangguh menghadapi tantangan zaman, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
Dengan semangat Kolaborasi Bermakna, MAN 3 Tapanuli Tengah dan Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan berkomitmen untuk terus bersinergi membangun pendidikan yang berkualitas, humanis, dan berkarakter.(ms)