Kreatif dan Inspiratif, Pramuka MAN 3 Tapanuli Tengah Ramaikan Karnaval PWM Sumut 2025

Medan(Humas).  Kegiatan Giat Prestasi Karnaval PWM Sumatera Utara 2025 menjadi momentum penting bagi gerakan Pramuka se-Sumatera Utara untuk mengekspresikan kreativitas, semangat kebersamaan, serta kepedulian terhadap budaya dan lingkungan. Salah satu peserta yang tampil menonjol dalam kegiatan ini adalah Gugus Depan Pramuka MAN 3 Tapanuli Tengah, yang hadir dengan konsep karnaval tematik baju adat dan busana daur ulang., Jumat(26/9).

Berlangsung di Kampus IV UIN Sumatera Utara, Medan, kegiatan ini diikuti oleh berbagai madrasah dan sekolah dari kabupaten/kota di seluruh Sumatera Utara. Ribuan peserta memadati arena dengan ragam tampilan yang menunjukkan keanekaragaman budaya, kreativitas, dan semangat kepramukaan.

Dalam parade karnaval, Pramuka MAN 3 Tapanuli Tengah tampil unik dan penuh makna. Sebagian peserta mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Batak, Minang, Jawa, hingga Aceh menampilkan identitas nusantara yang kaya dan beragam. Sementara itu, sebagian lainnya mengenakan busana kreatif hasil olahan daur ulang, seperti plastik bekas, kardus, kertas koran, hingga botol minuman, yang telah dirancang dengan inovatif dan artistik.

Kreativitas ini bukan sekadar gaya visual semata, tetapi membawa pesan kuat tentang pelestarian budaya sekaligus kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Parapeserta didik tidak hanya berparade, tetapi juga memperagakan busana mereka dengan percaya diri dan penuh semangat di hadapan juri dan penonton.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah, Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., yang diwakili oleh WKM Kesiswaan Dahrul Effendi Sitompul, S.Pd yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa bangga atas partisipasi dan kreativitas yang ditunjukkan oleh peserta didik binaannya.

“Kami sangat bangga. Penampilan anak-anak kita hari ini bukan hanya mencerminkan semangat kepramukaan, tetapi juga kecintaan mereka terhadap budaya dan kepedulian terhadap lingkungan. Ini adalah bentuk pendidikan karakter yang sesungguhnya melalui aksi nyata dan pengalaman langsung,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini memberikan ruang kepada peserta didik untuk berkembang secara holistik, baik dari sisi intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual.

“Keikutsertaan dalam karnaval ini adalah bentuk aktualisasi diri yang sangat positif. Mereka belajar kerja tim, tanggung jawab, manajemen waktu, hingga cara mengekspresikan gagasan melalui seni dan budaya,” tambahnya.

Selama persiapan menuju kegiatan ini, para peserta didik terlibat aktif dalam proses pembuatan busana daur ulang, mulai dari pengumpulan bahan, desain, hingga eksekusi akhir. Proses ini dilakukan di luar jam pelajaran dengan bimbingan dari pembina Pramuka serta guru seni budaya. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta, yang tidak hanya belajar tentang fashion, tetapi juga tentang kepedulian sosial dan kerja kolektif.

Salah satu peserta Alfiansyah Maulana Sihotang mengungkapkan rasa bangganya bisa mewakili madrasah dalam ajang sebesar ini.

“Awalnya kami merasa ragu, tapi setelah tampil, semua jadi pengalaman yang luar biasa. Kami jadi tahu bahwa barang bekas bisa jadi sesuatu yang menarik dan bernilai. Kami juga jadi lebih menghargai warisan budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan Giat Prestasi Karnaval PWM Sumut 2025 ini ditutup dengan penampilan kolaboratif dan foto bersama seluruh peserta dari berbagai daerah. Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi forum mempererat tali silaturahmi antaranggota Pramuka dan membangun semangat kebersamaan yang inklusif.

Dengan penuh semangat, kreativitas, dan kesadaran nilai, Pramuka MAN 3 Tapanuli Tengah telah memberikan kontribusi positif yang inspiratif dalam ajang ini. Mereka membuktikan bahwa gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan ruang pendidikan karakter, kreativitas, dan cinta tanah air yang nyata dan relevan dengan zaman.(ms).