Laksanakan Pembinaan Kelompok, Penyuluh Kristen: Penyembahan Tidak Terbatas Oleh Bangunan!

Pandan (Humas). Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Yatiba Laia, S.Th,  menyampaikan bahwa tidak sedikit orang berpandangan ibadah bagi Orang Percaya sekedar kegiatan rutin di rumah ibadah, padahal Penyembahan yang Benar tidak terikat ruangan, justru membawa segenap hidup pada hubungan dengan Tuhan. Hal ini beliau sampaikan saat melaksanakan penyuluhan kepada komunitas sel (komsel) gabungan meliputi bapak, ibu, remaja dan anak-anak di salah satu rumah warga di Hutanabolon, Kec. Tukka, Kab. Tapanuli Tengah, Kamis (02/10).

Dalam Penyuluhan ini, Yatiba mengangkat tema “Penyembahan yang benar” dengan nats utama Yohanes 4:23-24. “Penyembahan yang selama ini dilakukan tidak didasarkan pada pengetahuan yang benar tentang Allah, namun Yesus memberikan pernyataan bahwa suatu waktu orang akan memahami apa itu Penyembahan yang Benar,” ungkap Penyuluh yang bertugas di wilayah Kecamatan Tukka itu.

Komunitas sel gabungan ini tampak antusias mengikuti kegiatan ini, mereka aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang bagaimana cara menyembah Tuhan dengan benar. Salah satu peserta menyampaikan bahwa melalui penyuluhan ini, mereka semakin mengerti bagaimana sikap dan cara kita dalam menyembah Tuhan melalui pengenalan akan Allah.

Beliau mengungkapkan, “Komunitas sel gabungan harus memiliki pengenalan yang benar akan Allah sehingga mereka tahu dan mengerti bagaimana melakukan penyembahan kepada Tuhan.” Lanjutnya, “Kalau hari ini kita masih terikat pada bangunan dan ritual-ritual serta rutinitas belaka, maka Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Penyembahan yang Benar tidak terlepas dari aspek kehidupan sehari-hari. Di mana pun, kapan pun, segenap hidup kita, baik melalui perkataan, perbuatan, semua adalah bagian dari penyembahan kepada Tuhan, maka kita tidak boleh hidup asal-asalan. Penyembahan tidak terbatas oleh bangunan!”

Di akhir penyuluhan, Beliau mengajak komunitas sel gabungan untuk terus menyembah Yesus dalam Roh dan Kebenaran. Ia juga berpesan untuk menyembah Tuhan harus tulus dari hati dan berdasarkan kebenaran Firman Tuhan serta pengenalan akan siapa Allah yang kita sembah.