
Sorkam Barat (Humas) – Senin, 23 Februari 2026 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah secara resmi memulai pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 khusus bagi siswa kelas XII. Ujian ini merupakan tahapan krusial dalam rangkaian evaluasi akhir masa studi siswa sebelum mereka menyelesaikan pendidikan di jenjang menengah atas. Suasana tenang dan tertib menyelimuti setiap ruang kelas, menandakan kesiapan serta keseriusan para siswa dalam menghadapi ujian penentu tersebut.
Berbeda dengan format pilihan ganda yang biasa ditemui, pada semester ini pihak madrasah menerapkan bentuk essay test atau soal uraian dalam pelaksanaan asesmen. Kebijakan ini diambil untuk mengukur kedalaman pemahaman materi serta kemampuan analisis siswa secara lebih komprehensif. Dengan format esai, para siswa dituntut untuk mampu menuangkan gagasan, argumen, dan logika berpikir mereka secara tertulis, yang menjadi gambaran nyata sejauh mana kompetensi akademik yang telah mereka serap selama tiga tahun terakhir.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., dalam tinjauannya ke ruang-ruang ujian memberikan apresiasi atas kedisiplinan yang ditunjukkan oleh para peserta maupun pengawas. Beliau menekankan bahwa penggunaan soal esai bertujuan untuk melatih kejujuran intelektual dan kemandirian siswa. “Format ini bukan sekadar menguji ingatan, melainkan melatih kemampuan berpikir kritis yang akan sangat berguna saat mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi nanti,” ungkap beliau di sela-sela pemantauan ujian.
Seluruh guru mata pelajaran telah menyusun soal-soal esai yang mengacu pada standar kompetensi lulusan, dengan harapan dapat memberikan evaluasi yang objektif dan adil bagi seluruh siswa kelas XII. Panitia pelaksana memastikan bahwa setiap tahapan ujian berjalan sesuai dengan protokol pendidikan yang berlaku di lingkungan Kementerian Agama. Pihak madrasah berharap agar dukungan dan konsentrasi penuh dari para siswa dapat membuahkan hasil yang memuaskan dan menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka.
Ke depannya, diharapkan model evaluasi yang mengasah kemampuan literasi dan berpikir kritis ini terus terjaga, memperkokoh peran madrasah bukan sekadar sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai institusi yang hadir secara nyata dalam menjaga kualitas intelektual warganya. Langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan materi, tetapi juga memiliki ketajaman analisis dalam menghadapi tantangan di dunia perkuliahan maupun masyarakat.