MAN 2 Tapanuli Tengah Gelar Pembinaan ASN PPPK: Tekankan Aturan Satmingkal Minimal 6 JP

Sorkam Barat (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah menggelar pertemuan penting guna memberikan pembinaan intensif kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil kebijakan redistribusi. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah sosialisasi mengenai regulasi jam kerja di Satuan Administrasi Pangkal (Satmingkal) yang menjadi syarat mutlak keaktifan pegawai. Seluruh ASN PPPK diingatkan untuk memahami struktur pembagian tugas baru agar proses transisi pasca-redistribusi berjalan sesuai aturan yang berlaku. 02/03/2026

Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., dalam arahannya menekankan bahwa setiap guru PPPK wajib memenuhi beban mengajar minimal 6 Jam Pelajaran (JP) di satmingkal masing-masing. Aturan ini merupakan ketentuan dasar yang harus dipenuhi agar status kepegawaian dan administrasi terkait tunjangan tetap valid dalam sistem Simpatika maupun Dapodik.

“Kepatuhan terhadap aturan minimal 6 JP di satmingkal ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk ketaatan kita terhadap regulasi negara yang menjamin hak-hak Bapak dan Ibu sebagai tenaga pendidik,” tegas Kepala Madrasah.

WKM Kurikulum MAN 2 Tapanuli Tengah Mustofa Yusuf Hasibuan juga memberikan penjelasan teknis mengenai penyesuaian jadwal pelajaran yang sedang disusun untuk mengakomodasi para guru redistribusi ini. Mengingat jumlah guru yang bertambah, pemetaan mata pelajaran dilakukan dengan sangat teliti agar seluruh ASN PPPK mendapatkan porsi jam yang adil tanpa mengganggu beban kerja guru lama.

“Kami berupaya memastikan semua rekan PPPK mendapatkan minimal 6 JP di sini sebagai pangkalan utama, sehingga koordinasi antar-guru mata pelajaran menjadi kunci utama dalam penyusunan jadwal semester ini,” jelas Yusuf.

Pembinaan ini juga menyentuh aspek kedisiplinan dan kehadiran fisik di madrasah sebagai bagian dari kewajiban ASN. Selain memenuhi beban mengajar, para pegawai redistribusi diminta untuk proaktif dalam kegiatan ekstrakurikuler atau tugas tambahan lainnya untuk melengkapi total beban kerja mingguan. Hal ini bertujuan agar kehadiran para ASN PPPK memberikan dampak nyata bagi peningkatan prestasi siswa, tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif di atas kertas.

Kegiatan yang berlangsung di ruang guru tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab mengenai kendala teknis sinkronisasi data bagi guru yang berasal dari luar daerah. Seluruh peserta pembinaan menyatakan kesiapannya untuk segera beradaptasi dengan ritme kerja di MAN 2 Tapanuli Tengah. Dengan tuntasnya pembinaan ini, diharapkan seluruh ASN PPPK dapat menjalankan tugasnya dengan tenang dan tertib sesuai dengan koridor hukum yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.