
Sorkam Barat (Humas) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah menyelenggarakan rapat koordinasi secara daring untuk menindaklanjuti arahan Menteri Agama dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Rapat ini digelar sebagai respons terhadap kondisi bangsa yang tengah diwarnai oleh aksi demonstrasi 31/8/25.
Menindak lanjuti hasil pertemuan zoom dengan menag RI dan Kakanwil Kemenagsu dalam rangka menyikapi kondisi bangsa saat ini, disampaikan kepada seluruh ASN kemenag Tapanuli Tengah hal hal sbb; imbauan untuk bersikap hati-hati. Seluruh ASN diminta untuk tidak memposting hal-hal yang bersifat provokatif di media sosial. Mereka diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat dalam menyebarkan informasi yang menyejukkan dan menghindari penyebaran hoaks atau ujaran kebencian. Selain itu, demi keamanan pribadi, para ASN diimbau untuk mengenakan pakaian selain baju dinas resmi saat berdinas di luar kantor, dengan tetap memperhatikan kepantasan.
Seluruh ASN juga dilarang melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat secara luas. Hal ini mencakup larangan untuk menggunakan fasilitas berlebihan dan kendaraan dinas berplat merah. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga marwah ASN Kemenag sebagai abdi negara yang profesional, berintegritas, dan peka terhadap kondisi sosial. Langkah ini juga menunjukkan komitmen untuk menghindari perhatian publik yang tidak diinginkan dan menjaga keselamatan seluruh pegawai.
Dengan adanya arahan ini, MAN 2 Tapanuli Tengah dan seluruh jajaran Kemenag Tapanuli Tengah menunjukkan keseriusan dalam menanggapi seruan pimpinan tertinggi. Sinergi antara madrasah dan kantor Kemenag diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja dan pendidikan yang kondusif. Langkah ini tidak hanya untuk memastikan keselamatan para pegawai, tetapi juga untuk berkontribusi positif dalam menjaga stabilitas dan kedamaian di tengah masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama yang selalu dikedepankan oleh Kementerian Agama.