
Sorkam Barat (Humas) – Dalam upaya konsisten menanamkan nilai-nilai religius dan mempererat tali silaturahmi, keluarga besa MAN 2 Tapanuli Tengah kembali melaksanakan kegiatan Wirid Yasin Mingguan secara bergilir Jumat, 31 Oktober 2025. Kali ini, kegiatan keagamaan rutin tersebut diselenggarakan di kediaman salah satu siswi, Saskiyah, yang berlokasi di Pasar Sorkam, Kecamatan Sorkam Barat. Tradisi Wirid Yasin yang dilakukan di rumah siswa ini merupakan bagian dari program madrasah untuk membangun karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh wali kelas dan seluruh siswa kelas XII-1. Wirid diawali dengan pembacaan Surah Yasin, Tahlil, dan Tahtim secara khusyuk, diikuti dengan doa bersama untuk kebaikan, kelancaran studi para siswa, serta keberkahan bagi keluarga yang menjadi tuan rumah. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa kental, mencerminkan komitmen MAN 2 Tapteng dalam menciptakan iklim madrasah yang positif dan harmonis, layaknya sebuah keluarga besar.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd., menegaskan bahwa program pelaksanaan Wirid Yasin di rumah siswa memiliki tujuan ganda. Pertama, sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa, membiasakan mereka dengan amalan keagamaan rutin, dan menjauhi perilaku negatif. Kedua, kegiatan ini berfungsi sebagai media efektif untuk mempererat silaturahmi antara guru, siswa, dan orang tua/wali murid. Dengan berkunjung langsung ke rumah siswa, madrasah dapat lebih dekat mengenal lingkungan keluarga, yang merupakan faktor penting dalam keberhasilan pendidikan karakter.
Saskiyah, didampingi orang tuanya, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan karena rumahnya terpilih menjadi tempat pelaksanaan wirid kali ini. “Kami merasa terhormat dan senang sekali ibu guru serta teman-teman datang. Semoga kedatangan ini membawa berkah bagi keluarga kami,” ujar ibunda Saskiyah dengan haru. Respons positif dari keluarga siswa menunjukkan bahwa program ini berhasil menciptakan rasa kepemilikan dan keterlibatan aktif antara pihak madrasah dan wali murid, memperkuat sinergi yang sangat dibutuhkan dalam pembinaan siswa.
Secara keseluruhan, Wirid Yasin keliling di rumah siswa Saskiyah di Pasar Sorkam menegaskan posisi MAN 2 Tapanuli Tengah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan tanggung jawab sosial. Melalui kegiatan keagamaan berbasis komunitas ini, madrasah berharap para lulusannya kelak menjadi individu yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama, serta mampu berperan aktif dalam menciptakan kerukunan di tengah masyarakat. Tradisi ini akan terus dilanjutkan untuk menumbuhkan jiwa religius yang kuat di kalangan seluruh civitas akademika madrasah.