Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah Ikuti Rapat Koordinasi Kementerian Agama dan Siapkan Santunan Anak Yatim 10 Muharram 1448 H

Tapanuli Tengah (Humas), 22 Juni 2026 – Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah, Elmaryanti Marbun, S.Ag., M.Hum., mengikuti Rapat Koordinasi Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah yang dilaksanakan di Aula Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini membahas evaluasi program kerja, penguatan layanan kelembagaan, serta persiapan pelaksanaan santunan anak yatim dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 H atau Hari Lebaran Anak Yatim.

Dalam rapat tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah menekankan pentingnya tindak lanjut hasil rapat kerja sebelumnya, penguatan sarana dan prasarana, evaluasi program kurban bersama, perhatian terhadap tenaga honorer, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama diharapkan terus memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada umat.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pelaksanaan santunan anak yatim yang akan dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026. Berdasarkan hasil koordinasi, Kepala Madrasah diimbau memberikan santunan kepada minimal lima anak yatim, sedangkan ASN dan PPPK minimal dua anak yatim. Santunan dapat disalurkan di wilayah masing-masing dengan tetap mendokumentasikan kegiatan sebagai bentuk laporan dan pertanggungjawaban.

Menindaklanjuti arahan tersebut, MAN 1 Tapanuli Tengah akan berpartisipasi aktif dalam program santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian dari budaya madrasah. Selain itu, seluruh keluarga besar madrasah juga akan mengikuti Zoom Meeting yang dilaksanakan secara serentak sesuai petunjuk dari Kementerian Agama.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, MAN 1 Tapanuli Tengah berkomitmen mendukung program-program Kementerian Agama, khususnya dalam memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dan kemanusiaan di lingkungan madrasah maupun masyarakat.