MAN 3 Tapteng Dukung Implementasi Pendidikan Kependudukan Jalur Formal dan Nonformal

Pandan (Humas). Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tapanuli Tengah menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah terkait pendidikan kependudukan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan perwakilan madrasah dalam kegiatan Implementasi Pendidikan Kependudukan Jalur Pendidikan Formal dan Nonformal yang dilaksanakan pada Kamis, 6 November 2025 di Gedung Aula Gymnasium SMAN 1 Matauli Pandan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tapanuli Tengah sebagaimana tertuang dalam surat undangan Nomor: 5502/DPPKB/XI/2025. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat implementasi pendidikan kependudukan di lingkungan lembaga pendidikan agar generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pengendalian penduduk dan perencanaan keluarga.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa partisipasi madrasah dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program nasional di bidang pendidikan kependudukan. “Kami sangat mendukung kegiatan ini sebagai upaya memberikan wawasan kepada tenaga pendidik dan peserta didik tentang pentingnya kesadaran kependudukan agar mereka kelak menjadi generasi yang bertanggung jawab dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi dan lembaga pendidikan di Tapanuli Tengah. “Sinergi antara madrasah dan dinas terkait sangat penting agar nilai-nilai pendidikan kependudukan dapat diintegrasikan secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar,” imbuhnya.

Hasan Basri Hutagalung selaku perwakilan MAN 3 Tapanuli Tengah yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ia menilai bahwa kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru terutama dalam hal penerapan konsep kependudukan di dunia pendidikan berbasis digital. “Banyak informasi dan pengalaman yang bisa diterapkan untuk pengembangan sistem pembelajaran di madrasah,” tuturnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai perwakilan lembaga pendidikan tingkat SMA/MA se-Kabupaten Tapanuli Tengah ini juga menghadirkan narasumber dari DPPKB yang membahas berbagai strategi edukasi kependudukan di lingkungan sekolah. Peserta diajak untuk memahami bagaimana pendidikan kependudukan dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler.

Melalui keikutsertaan ini MAN 3 Tapanuli Tengah berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah di bidang pendidikan, sekaligus menanamkan kesadaran pentingnya perencanaan keluarga dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik. Dengan langkah tersebut madrasah semakin mantap menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter dan pembangunan berkelanjutan.(ms)