MTs Negeri 1 Tapanuli Tengah Gelar Fesyen Show Baju Adat

Barus (Humas). MTs Negeri  1 Tapanuli Tengah pada class meeting di hari ke 5 adakan lomba fesyen show pakaian adat, Sabtu (15/06). Penampilan setiap siswa memukau penonton yang berada di aula MTs Negeri 1 Tapanuli Tengah.

Lomba yang dilaksanakan OSIM tersebut diikuti oleh siswa-siswi perwakilan  perkelas, dewan dengan mengenakan pakaian adat dengan berbagai macam motif yang membuat suasana pembeda dan menambah indah warna-warni suasana pada saat pelaksanaan kegiatan ini.

“Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Humas, Nuralya Siambaton, S.Pd.I menuturkan “kegiatan tersebut bertujuan untuk memeriahkan dan melestarikan budaya negara agar para siswa dan anak cucu nantinya tahu, agar tidak di ambil dan diakui negara lain”, ucapnya.

“Disamping tujuan tersebut lomba fashion show pakaian adat diadakan untuk meningkatkan citra positif dan martabat bangsa Indonesia di forum internasional serta menumbuhkan kebanggaan sekaligus kecintaan warga MTs Negeri 1 Tapanuli Tengah terhadap budaya Indonesia,” tuturnya.

Dimoment tersebut diharapkan seluruh siswa/I dapat memahami betapa pakaian adat Indonesia begitu beragam, dengan ciri khas perlambangan setiap daerah di Indonesia, serta warisan budaya yang kaya dan memikat bahkan sampai pada kancah Internasional.

“Dengan memakai pakaian adat diharapkan muncul kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan nuansa budaya yang muncul dari daerah-daerah maupun kota-kota yang ada di seluruh penjuruh Indonesia,” harapnya

Salah satu Guru, Elpi Darianti  Marbun, S.Pd.I mengatakan dirinya menyambut baik  kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan pakaian adat kepada seluruh siswa.

“Dengan memakai pakaian adat rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Banyak pakaian adat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dan pakaian adat Indonesia sangat cocok dipakai oleh seluruh kalangan mari kita budayakan adat budaya di negara kita,” tukas Azrianti Pohan, S.Pd.I

Senada dengan Azrainti, siswa kelas VIII-D Fhinphin Fadya mengungkapkan dirinya sangat antusias dan bersemangat pada saat tampil. “Bagi dia lomba ini meningkatkan kesadarannya untuk lebih mencintai budaya nusantara, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan batik,” ujarnya.

Nuralya Siambaton, S.Pd. I dewan juri dalam lomba ini mengatakan, ada 3 jenis penilaian pada lomba ini, yaitu penilaian busana yang digunakan, ekspresi atau mimik wajah dan kesesuaian gerakan dengan musik.

Elpi Darianti mengatakan, “dengan adanya fesyen show  ini kita dapat melestarikan budaya-budaya yang ada di Indonesia, khususnya di Tapanuli Tengah dan Pesisir Barus”.  Beliau juga menambahkan, “dengan adanya ajang fesyen show ini, para siswa dapat mengenal berbagai macam budaya yang ada”. Ucapnya setelah acara fesyen ini selesai. “Semoga dengan adanya acara fesyen show ini, persatuan dan kesatuan tetap terjaga”.