Murid MAN 2 Tapanuli Tengah Giat Ikuti Kegiatan Ekstra Pencak Silat

Sorkam Kanan (Humas). Kamis (05/09/24) MAN 2 Tapanuli Tengah terus memperlihatkan perkembangan yang signifikan baik di bidang keagamaan, kesenian, maupun olahraga. Salah satu terobosan baru dalam bidang olahraga yang dihadirkan di MAN 2 Tapanuli Tengah adalah adanya kegiatan ekstra Pencak Silat. Kegiatan ekstra ini dipandu oleh Khairul Syahdi.

Kegiatan Pencak Silat ini diikuti oleh peserta didik dari tingkatan kelas orientasi mulai dari kelas X sampai kelas XII. Sebagai langkah awal dalam kegiatan ini, Skhairul Syahdi membatasi dulu lima orang setiap tingkatan.

“Mengingat kondisi yang belum memungkinkan untuk full tatap muka, sehingga kegiatan ini hanya bisa diikuti oleh beberapa peserta didik saja dan khusus dulu untuk kelas orientasi,” ujarnya.

Pencak silat atau silat adalah suatu seni beladiri tradisional yang berasal dari Indonesia. Pencak silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah perkembangan masyarakat Indonesia. Karena pencak silat lahir dari kebudayaan bangsa Indonesia, maka perkembangannya dipengaruhi oleh watak, selera, dan bakat masyarakat yang ada di daerahnya masing-masing.

“Salah satu alasan memilih olahraga pencak silat untuk dipelajari di sekolah adalah untuk memberi pelajaran dasar mengenai cara-cara membela diri dan melestarikan budaya nenek moyang karena pencak silat ini merupakan salah satu seni bela diri tradisional,” kata Khairul di sela-sela latihannya.

Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd, selaku Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah sangat mendukung adanya kegiatan ekstra pencak silat ini. “Apalagi anak-anak itu sangat senang berolahraga dan dengan berolahraga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Anak-anak juga perlu diajarkan cara melestarikan budaya yaitu dengan belajar giat seni bela diri,” tuturnya.