
Bullying di sekolah atau madrasah menjadi permasalahan yang perlu perhatian khususnya dikalangan para siswa. Permasalahan Bullying di sekolah atau madrasah perlu mendapat perhatian khusus terutama dikalangan para siswa.MAN 2 Tapanuli Tengah pada Jumat (06/09/24).
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara guru Sosiologi MAN 2 Tapanuli Tengah. Robby Ramadhan Lubis, S.Pd selaku penanggung jawab kegiatan bersama dengan siswa Kelas X- A MAN 2 Tapanuli Tengah. Siswa yang terlibat dalam kepanitiaan kegiatan membentuk tim riset dari perwakilan kelas untuk melakukan identifikasi awal mengenai Bullying di madrasah.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah H. Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd membuka secara resmi kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kegiatan Orasi itu yang mengusung tema , “Stop Bullying : Mencegah Lebih Baik dari pada Mengobati, untuk Madrasah Aman tanpa Perundungan”.
“Bullying memberikan dampak bagi korban dan lingkungan keseluruhan struktur sosial terutama di lingkungan sekolah atau madrasah,” ungkap Lufti.
“Oleh karena itu, perlu upaya untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan Bullying di lingkungan sekolah atau madrasah. Hal ini menjadi PR bagi MAN 2 Tapanuli Tengah agar peran aktif madrasah, keluarga dan komunitas mampu menciptakan lingkungan yang aman tanpa adanya perundungan,” harapnya.
Dengan adanya semangat kolaborasi dan kepedulian di madrasah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bebas dan aman tanpa adanya Bullying atau perundungan. Selain itu, siswa MAN 2 Tapanuli Tengah memahami dampak dari Bullying serta tidak menjadi bagian dari pelaku Bullying tersebut.