
Sorkam Kanan (Humas). Pekan olahraga dan seni (Porseni) yang di gelar di MAN 2 Tapanuli Tengah telah berlangsung 3 hari. Hingga hari ini Jumat (14/06/2024) perlombaan masih dilaksanakan.
Dengan tema “Kreativitas Dalam Daur Ulang untuk Negeri yang Lebih Hijau”, lomba fashion show ini menjadi ajang untuk mengajarkan anak-anak pentingnya daur ulang dan penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam menghasilkan busana-busana unik yang terbuat dari bahan-bahan bekas seperti kertas, plastik, dan kain.
Para peserta lomba fashion show menampilkan karya-karya yang luar biasa, dari gaun elegan hingga pakaian casual yang tetap modis, semua terbuat dari bahan-bahan daur ulang yang dikombinasikan dengan kreativitas yang tinggi. Para juri terdiri dari guru-guru yang cukup berpengalaman dibidang tata busana memberikan penilaian berdasarkan kreativitas, desain, serta eksekusi dalam menampilkan busana.
Kepala Sekolah MAN 2 Tapanuli Tengah H. Muhammad Lufti Siambaton, M. Pd, menyatakan, “Kami sangat bangga dengan semangat dan kreativitas para siswa dalam lomba fashion show ini. Melalui acara ini, kami ingin mengajarkan nilai-nilai penting tentang lingkungan dan daur ulang kepada generasi muda, serta menginspirasi mereka untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.” Ucapnya.
Dengan suksesnya lomba fashion show busana daur ulang ini, MAN 2 Tapanuli Tengah berharap dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk mengadakan kegiatan serupa yang mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pelestarian lingkungan melalui kreativitas dan inovasi. Semoga semakin banyak anak-anak Indonesia yang terinspirasi untuk menjadi pelopor dalam menjaga alam dan lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Salah seorang juri, Parti Sihombing menuturkan bahwa ada beberapa kriteria penilaian dalam lomba fashion show dan vokal grup.”Kriteria penilaian pada lomba fashion show diantaranya kreatifitas dan body language” tuturnya.