Pelajar Madrasah Bergerak Bersama, Wujudkan Kepedulian Lingkungan Lewat Nilai Keagamaan

Pandan(Humas). Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup ditunjukkan oleh para peserta didik di madrasah dalam sebuah kegiatan yang sarat makna. Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang gotong royong, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai keagamaan yang relevan dengan tantangan zaman, khususnya dalam hal menjaga kelestarian lingkungan, Rabu(24/9).

Dengan penuh antusias, para peserta didik mengikuti serangkaian aktivitas yang bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga dan merawat alam sekitar. Di bawah bimbingan Dewi Lestari Rangkuti dan Abdul Karim, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan karakter serta implementasi pendidikan berbasis nilai religius yang menekankan bahwa merawat bumi adalah bagian dari tanggung jawab spiritual manusia.

“Melestarikan lingkungan bukan hanya soal tindakan fisik, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Tuhan,” ujar dewi Lestari Rangkuti. Dalam kegiatan ini, para peserat didik diajak merenungi ayat-ayat suci dan hadis yang mengajarkan pentingnya hidup selaras dengan alam, tidak berbuat kerusakan, dan menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari amanah yang diberikan Allah kepada manusia.

Kegiatan berjalan lancar dengan semangat gotong royong yang tinggi. Para peserta didik saling membantu, bekerja sama tanpa mengenal lelah, dan menunjukkan rasa tanggung jawab yang luar biasa. Hal ini mencerminkan bahwa nilai-nilai keagamaan yang diajarkan di madrasah mampu membentuk sikap peduli, tangguh, dan sadar lingkungan sejak usia dini.

Selain praktik langsung di lapangan, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi reflektif di kelas, di mana peserta didik diajak untuk menyampaikan pendapat mereka tentang peran generasi muda dalam menjaga kelestarian bumi. Banyak di antara mereka yang menyadari bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil, dan bahwa mereka memiliki andil besar dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan sehat.

Melalui kegiatan ini, madrasah tidak hanya mendidik peserta didik secara akademik, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang berakhlak mulia, peduli terhadap lingkungan, dan bertanggung jawab secara sosial. Harapannya, semangat seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan pendidikan madrasah.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan menggabungkan nilai religius dan aksi konkret, para pelajar madrasah mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang lestari. Gotong royong yang mereka lakukan bukan hanya kerja bersama secara fisik, tetapi juga bentuk ibadah dan wujud nyata dari cinta kepada bumi sebagai ciptaan Tuhan.(ms)