
Pandan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Bas Anggiat Hamonangan Sinaga, S.Th, melaksanakan pembinaan iman pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakan Kelas II-A Sibolga. Pembinaan dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Sibolga Kec. Pandan Kab. Tapanuli Tengah Pada hari Rabu (05/11).
Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh sukacita, keakraban, dan suasana rohani yang hangat. Acara diawali dengan pujian dan doa pembukaan, yang mengarahkan hati seluruh peserta kepada rasa syukur dan kerinduan akan firman Tuhan. Pujian yang dinaikkan bersama menciptakan atmosfer ibadah yang hidup dan memberikan kekuatan baru bagi para warga binaan.
Pada sesi penyampaian firman, Penyuluh mengangkat nats Alkitab dari Matius 26: 36-43, dengan tema “Berjaga-jaga dan berdoalah.” Melalui renungan ini Bas mengajak warga binaan untuk menjaga hati dan pikiran agar tidak terpengaruh terhadap hal-hal duniawi, serta berkomunikasi secara teratur dengan Tuhan melalui doa untuk mendapatkan kekuatan dan bimbingan.
Dalam bimbingan tersebut, Beliau juga menegaskan tentang makna dari berjaga-jaga, yaitu waspada terhadap godaan, menjaga integritas artinya tidak menyimpang dari jalan yang benar dan menerima bantuan berarti ada kebutuhan untuk saling menguatkan. Sedangkan makna dari berdoa, yaitu sebagai sarana komunikasi kita kepada Tuhan, Meminta kekuatan kepada Tuhan dan Persiapan untuk menghadapi tantangan hidup yang berat.
“Berjaga-jaga dan berdoa; keduanya adalah kekuatan yang saling melengkapi. Seseorang tidak cukup hanya berdoa tanpa berusaha, Doa memberikan kekuatan sementara kewaspadaan memungkinkan kekuatan untuk melawan godaan.” Ungkap Penyuluh Agama Kristen Kec. Pandan tersebut.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan warga binaan semakin diteguhkan dalam iman dan memiliki pengharapan baru untuk menatap masa depan yang lebih baik. Warga binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Beberapa di antaranya menyampaikan ucapan syukur karena merasa diteguhkan dan kembali memperoleh harapan baru untuk hidup seturut kehendak Tuhan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa syukur dan berkat sebagai wujud penyerahan hidup kepada Tuhan.