
Pandan (Humas). Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Novita Hutapea, S.Th. mengatakan bahwa pembinaan kepada anak-anak bertujuan untuk mengajarkan pentingnya hikmat, kesetiaan, dan prioritas spiritual dalam kehidupan mereka. Hal ini disampaikan beliau sewaktu melaksanakan Pembinaan kepada Kelompok Anak Desa Gabungan Hasang yang dilaksanakan di Desa Gabungan Hasang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (23/02).
Novita menekankan bahwa hikmat sejati berasal dari Tuhan dan harus dimohon dengan kerendahan hati. “Seperti Raja Salomo yang meminta hikmat kepada Tuhan untuk memimpin bangsanya, kita juga perlu meminta hikmat agar dapat mengambil keputusan yang benar,” ujar Novita dalam penyuluhannya. Anak-anak yang hadir tampak antusias mendengarkan kisah tersebut.
Beliau juga menjelaskan bagaimana Salomo, dalam masa awal pemerintahannya, menghadapi berbagai tantangan dan tanggung jawab besar. Meskipun memiliki kekuatan politik, ia menyadari bahwa kekuatan sejati tidak berasal dari aliansi manusia, melainkan dari hubungan yang kokoh dengan Tuhan. Dengan bahasa yang sederhana, Novita mengajak anak-anak untuk meneladani sikap Salomo dalam mengutamakan hikmat ketimbang hal-hal duniawi.
“Saya belajar bahwa meminta hikmat itu lebih penting daripada meminta kekayaan atau kemenangan,” ungkap seorang peserta dengan penuh semangat. Respon positif ini menunjukkan bahwa anak-anak mulai memahami pentingnya berdoa meminta hikmat dari Tuhan.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk menerapkan ajaran yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, seperti membedakan mana yang baik dan buruk serta hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan. Semangat mereka mencerminkan keinginan untuk menjadi anak-anak yang bijaksana.
Acara ini ditutup dengan sesi interaktif, di mana anak-anak diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Mereka terlihat antusias dalam memahami bagaimana hikmat dapat membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar anak-anak semakin mengenal Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya,” tutup salah satu pembimbing dengan penuh harapan.