Penyuluhan Kelompok Bapak: Allah Bekerja Di Masa Sulit!

Pandan (Humas). Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Syamsudin J. R. Batubara, S.Th., menegaskan bahwa Allah tetap bekerja di masa-masa sulit. Pesan ini ia sampaikan dalam penyuluhan kepada Kelompok Bapak Sion di Desa Janji Maria, Kecamatan Sukabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (17/03).

Dalam penyuluhan ini, Syamsudin mengangkat tema “Allah Bekerja di Masa Sulit” dengan nats utama dari Kejadian 50:22-26. Ia menjelaskan bahwa kisah Yusuf menjadi bukti nyata bagaimana Tuhan tetap menyertai umat-Nya di tengah berbagai tantangan kehidupan. “Jangan pernah merasa sendirian dalam pergumulan. Yusuf mengalami banyak kesulitan, tetapi Tuhan tetap bekerja dalam hidupnya,” ujarnya kepada para peserta.

Beliau menegaskan bahwa kepercayaan kepada Tuhan harus tetap dijaga, terutama saat menghadapi kesulitan hidup. Menurutnya, banyak orang kehilangan harapan karena tidak melihat campur tangan Tuhan dalam keadaan sulit. “Sebagai kepala keluarga, kita harus memiliki iman yang teguh dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita,” tambahnya.

Para peserta mendengarkan penyuluhan dengan penuh perhatian dan antusias. Beberapa di antaranya bahkan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana menerapkan iman dalam menghadapi tantangan ekonomi dan keluarga. Seorang peserta mengungkapkan bahwa materi ini sangat relevan dengan kondisi mereka saat ini.

Syamsudin pun mengajak para bapak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan perenungan firman-Nya. “Mungkin kita tidak langsung melihat jalan keluar, tetapi percaya saja, Tuhan sedang bekerja untuk kebaikan kita,” katanya dengan penuh keyakinan.

Beliau berharap agar para peserta dapat mengambil pelajaran dari kisah Yusuf dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kita semua memiliki tantangan masing-masing, tetapi marilah kita percaya bahwa Tuhan selalu ada dan tetap bekerja dalam segala keadaan,” pungkasnya.

Setelah sesi penyuluhan selesai, Syamsudin juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berbagi pengalaman rohani mereka dalam menghadapi masa-masa sulit. Beberapa peserta menyampaikan kesaksian tentang bagaimana mereka merasakan penyertaan Tuhan dalam berbagai situasi yang menantang. Suasana menjadi semakin hangat ketika mereka saling menguatkan satu sama lain dengan nasihat dan dukungan rohani.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya komunitas dalam menjaga keteguhan iman. “Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kehadiran saudara seiman akan membantu kita untuk tetap teguh dalam pengharapan kepada Tuhan,” ungkapnya. Ia mengajak para peserta untuk lebih aktif dalam persekutuan dan berbagi kasih kepada sesama, sehingga mereka dapat saling menguatkan dalam perjalanan iman.