
Pandan (Humas). Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di MAN 3 Tapanuli Tengah berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Suasana religius semakin terasa dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh peserta didik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan,Kamis(6/2).
Tilawah Al-Qur’an yang disampaikan oleh peserta didik MAN 3 Tapteng tampil dengan baik dan penuh penghayatan. Lantunan ayat suci tersebut tidak hanya membuka acara tetapi juga menjadi pengantar yang menenangkan dan menambah kekhidmatan suasana peringatan Isra Mi’raj.
Adapun peserta didik yang tampil membawakan tilawah Al-Qur’an pada kegiatan tersebut adalah Mifsal Wardhana Hutagalung, Ummi Salkya Zega dan Aisyah Liana. Ketiganya menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil, penguasaan tajwid yang baik serta suara yang merdu.
Penampilan tilawah Al-Qur’an ini mencerminkan pembinaan keagamaan yang berjalan secara konsisten di MAN 3 Tapteng. Peserta didik mampu menampilkan bacaan yang indah, penuh penghayatan dan sesuai dengan kaidah tilawah.
Kegiatan tilawah Al-Qur’an mendapat perhatian dan apresiasi dari seluruh hadirin, baik dari unsur pimpinan daerah, jajaran Kementerian Agama, kepala madrasah, guru, orang tua peserta didik maupun seluruh civitas akademika MAN 3 Tapteng.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tenga Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa tilawah Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam setiap kegiatan keagamaan di madrasah sebagai wujud penanaman nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan peserta didik.
Ia menegaskan bahwa madrasah berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat dan akhlak mulia berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Selain memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an serta memotivasi mereka agar terus memperbaiki kualitas bacaan dan pemahaman terhadap isi kandungan Al-Qur’an.
Tilawah Al-Qur’an yang dibawakan oleh Mifsal Wardhana Hutagalung, Ummi Salkya Zega dan Aisyah Liana menjadi contoh nyata bahwa pembinaan keagamaan di MAN 3 Tapteng mampu melahirkan generasi yang percaya diri tampil di hadapan publik dalam kegiatan keagamaan.
Peringatan Isra Mi’raj yang berlangsung khidmat ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan penguatan spiritual bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, khususnya sholat sebagaimana pesan utama dari peristiwa Isra Mi’raj.
Melalui kegiatan ini MAN 3 Tapanuli Tengah kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen menanamkan nilai religius, membangun karakter dan mencetak generasi yang beriman, berilmu serta berakhlakul karimah.(ms)