Perkuat Toleransi, Penyuluh Agama Kristen Tapteng Ikuti Pelatihan Penggerak Moderasi Beragama di Medan.

Pandan (Humas). Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Purida Wati Hutabarat, S.Th. saat ini tengah mengikuti pelatihan intensif sebagai penggerak moderasi beragama. “Moderasi beragama adalah kunci untuk membangun masyarakat yang inklusif dan damai,” ujar Purida Wati Hutabarat, S.Th., melalui pesan singkat di tengah aktivitasnya mengikuti Pelatihan Penggerak Moderasi Beragama di Balai Diklat Keagamaan Medan, Rabu (24/07).

Kegiatan ini dilaksanakan selama satu minggu dengan berbagai kurikulum pelatihan yang mempersiapkan setiap pesertanya untuk menjadi bagian dari penggerak moderasi beragama. Secara khusus kegiatan ini sangat penting bagi Purida sebagai penyuluh agama yang langsung turun ke masyarakat melaksanakan penyuluhan.

Purida Wati Hutabarat menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan dalam menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama. “Dengan pelatihan ini, kami tidak hanya dibekali pengetahuan teori, tetapi juga strategi praktis untuk mengimplementasikan nilai-nilai moderasi di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama satu minggu tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup pemahaman lintas agama, teknik dialog antarumat beragama, serta pendekatan-pendekatan efektif dalam mengatasi konflik berbasis agama. Diharapkan, dengan bekal tersebut, para penyuluh agama dapat menjadi agen perdamaian yang handal di tengah masyarakat yang beragam.

Pelatihan penggerak moderasi beragama ini merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama untuk menjawab tantangan keberagaman di Indonesia. Program ini diharapkan dapat mencetak penyuluh-penyuluh agama yang memiliki wawasan luas dan mampu menjadi mediator yang baik di tengah masyarakat.

Selain itu, Purida juga mengungkapkan harapannya agar setelah pelatihan ini, ia dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk menciptakan iklim toleransi dan saling menghormati di Kabupaten Tapanuli Tengah. “Kami berharap dapat membawa perubahan positif di masyarakat, sehingga kerukunan umat beragama dapat terwujud dengan lebih baik,” tutupnya.