
Sorkam Barat (Humas) – Disiplin waktu menjadi salah satu fokus utama di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah. Untuk menanamkan nilai tersebut, tim guru piket madrasah secara rutin mengadakan pembinaan khusus bagi siswa/i yang datang terlambat saat jam pelajaran pertama dimulai. Kegiatan ini bukan sekadar hukuman, melainkan upaya edukatif untuk membentuk karakter disiplin siswa.
Setiap pagi, guru-guru piket sigap berdiri di gerbang madrasah. Siswa/i yang kedapatan datang terlambat tidak langsung diizinkan masuk, melainkan diarahkan ke area khusus untuk mendapatkan pembinaan. Pembinaan ini beragam, mulai dari nasihat langsung, mengisi lembar komitmen, hingga melakukan kegiatan positif yang mendidik.
“Kami tidak ingin siswa hanya merasa takut datang terlambat. Yang terpenting adalah mereka memahami konsekuensi keterlambatan dan memiliki kesadaran diri untuk datang tepat waktu,” jelas salah satu guru piket, Abdul Yahya, S.Pd., “Pembinaan ini fokus pada dialog dan penanaman nilai, bukan hanya sanksi fisik.”
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, H. Muhammad Lufti Siambaton, S.Pd., menegaskan bahwa program ini adalah bagian integral dari pendidikan karakter di madrasah. “Disiplin adalah kunci kesuksesan, baik di sekolah maupun di kehidupan nanti. Melalui pembinaan ini, kami berharap siswa/i dapat menghargai waktu dan bertanggung jawab atas setiap pilihan mereka,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa program ini bukan hanya untuk menertibkan, tetapi juga untuk membantu siswa memahami akar masalah keterlambatan mereka. “Terkadang ada faktor lain di luar kendali siswa, dan kami mencoba memahami itu sambil tetap menanamkan disiplin.”
Dengan adanya program pembinaan yang konsisten ini, MAN 2 Tapanuli Tengah berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin yang kuat, siap menghadapi tantangan di masa depan.