Rosliana Tampil Perdana dengan Puisi Religius “Doa” Karya Chairil Anwar

Pandan (Humas).  Rosliana guru MAN 3 Tapanuli Tengah tampil perdana membacakan puisi religius berjudul “Doa” karya Chairil Anwar dalam sebuah kegiatan yang berlangsung khidmat di lingkungan madrasah. Penampilan tersebut menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya beliau membawakan karya sastra di hadapan seluruh warga madrasah,Jumat(13/2).

Dengan penuh penghayatan dan rasa percaya diri, Rosliana membacakan setiap bait puisi dengan intonasi yang jelas dan ekspresi yang mendalam. Suasana pun menjadi hening ketika lantunan kata demi kata mengalun menghadirkan nuansa reflektif dan spiritual bagi para peserta didik dan dewan guru yang hadir.

Puisi “Doa” karya Chairil Anwar dikenal sebagai karya yang sarat makna religius dan perenungan batin. Melalui pembacaan tersebut Rosliana berhasil menyampaikan pesan ketundukan, keikhlasan dan harapan seorang hamba kepada Sang Pencipta sehingga memberikan kesan mendalam bagi seluruh hadirin.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari warga madrasah. Banyak yang merasa bangga karena selain menjalankan tugas sebagai pendidik, Rosliana juga mampu menampilkan bakat dan kecintaannya terhadap dunia sastra sekaligus memberikan teladan keberanian tampil di depan umum.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., turut memberikan apresiasi atas penampilan tersebut. Beliau menyampaikan rasa bangga dan penghargaan atas inisiatif serta keberanian Rosliana dalam menghadirkan nuansa sastra yang sarat nilai spiritual di tengah kegiatan madrasah.

“Penampilan ini menjadi contoh yang baik bagi peserta didik bahwa guru tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mampu menjadi inspirasi melalui karya dan kreativitas. Saya sangat mengapresiasi Ibu Rosliana atas penampilan perdananya yang penuh penghayatan,” ujar beliau.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat positif dalam memperkaya suasana pembinaan karakter di madrasah. Seni dan sastra dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai keimanan, kepekaan rasa serta memperkuat budaya literasi.

Kepala Madrasah berharap ke depan semakin banyak guru yang berani menampilkan potensi dan kreativitasnya, sehingga tercipta lingkungan madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kaya akan budaya, seni dan nilai spiritual.(ms)