Panadan (Humas)—Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah Ikut Dalam Kegiatan Daring (Virtual Meeting) Rakernas Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2024 di Aula Kantor Kemenag Tapteng yang di hadiri Bapak Kepala Kantor Kemenag Tapteng Julsukri Mangandar Limbong, S.Ag.MM, Kasubag TU H. Ismail,S.Pd,M.Pd, Seluruh Kepala Kasi Kemenag Tapanuli Tengah dan turut hadir Kepala KUA dan Kepala Madrasah Negeri se-Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (06/02).
Tujuh program outlook ini menjadi bagian komitmen bersama dari seluruh peserta Rakernas Kemenag 2024 dan wajib untuk dilaksanakan.
Atas nama seluruh peserta Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama Tahun 2024 menyatakan siap melaksanakan rekomendasi hasil Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama Tahun 2024,” tutur Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemenag Fesal Musaad saat membacakan Berita Acara Komitmen Bersama Pelaksanaan Hasil Rakernas Kemenag 2024.
Seluruh satuan kerja agar melaksanakan Tujuh Program Outlook Kementerian Agama Tahun 2024 sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan,”Sambung Fesal Musaad.”
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kata sambutannya juga Menutup Rakernas Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2024 meminta seluruh pimpinan satuan kerja Kementerian Agama (Kemenag) menandatangani Pakta Integritas. Hal ini menjadi momen puncak pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag 2024.
“Semua pimpinan Unit Eselon I menandatangani Pakta Integritas untuk membuat program yang berdampak luas bagi masyarakat. Saya minta ini harus dilaksanakan,” tegas Menag Yaqut Cholil.
“Salah satu poin dalam Pakta Integritas itu adalah Bapak dan Ibu siap untuk dicopot dari jabatan bila tidak mampu melaksanakan program yang berdampak luas pada masyarakat dalam sembilan bulan ke depan,” imbuhnya.
Menag menuturkan, program-program yang tercantum dalam Pakta Integritas tersebut merupakan hasil dari diskusi yang dilaksanakan sepanjang Rakernas Kemenag 2024. Gus Men menambahkan, hal ini diambil untuk memastikan jajarannya dapat meninggalkan legacy yang berdampak luas pada masyarakat.
“Saya kasih waktu sampai sembilan bulan ke depan. Jadi per tiga bulan akan kita evaluasi, jalan apa belum. Kalau tidak jalan, akan ada treatment untuk para pejabat eselon satu,” tuturnya.
Menurut Gus Men, setiap unit eselon I memiliki program kerja yang telah disepakati. Hal ini selanjutnya akan dilaksanakan hingga daerah oleh Kanwil Kemenag, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, hingga Balai ataupun Unit Pelaksana Teknis (UPT).
“Program kerjanya sendiri banyak hal. Salah satunya, kalau di Ditjen Pendidikan Islam kita ingin memacu supaya tiga juta anak madrasah itu paham tentang numerik, maka kita masukan program GASING. Kalau di Bimas Islam ada program BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) yang berperan dalam urusan kemasjidan dan keumatan, dan sebagainya,” tuturnya.


