Siswa MAN 2 Tapanuli Tengah Praktik Badminton dan Peran Penjurian

Sorkam Barat (Humas) – Kamis, 29 Januari 2026 Siswa MAN 2 Tapanuli Tengah melaksanakan praktik lapangan mata pelajaran olahraga dengan fokus pada cabang bulu tangkis di aula sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan fisik sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik dasar permainan. Seluruh siswa tampak antusias mengikuti instruksi guru sebelum memulai simulasi pertandingan secara berkelompok.

Metode pembelajaran kali ini terasa berbeda karena siswa tidak hanya diminta untuk bertanding di dalam lapangan. Maulidi Hasyim guru olahraga memberikan instruksi agar para siswa bergantian mengambil peran sebagai wasit dan hakim garis saat rekan mereka bermain. Hal ini dilakukan agar setiap murid memahami aturan resmi federasi bulu tangkis secara praktik dan teoretis.

Menjadi juri memberikan tantangan tersendiri bagi para siswa dalam menjaga fokus dan objektivitas selama laga berlangsung. Mereka harus sigap menentukan posisi jatuhnya bola dan memberikan keputusan yang tegas di tengah tempo permainan yang cepat. Pengalaman ini melatih mental kejujuran serta keberanian siswa dalam mengambil keputusan di bawah tekanan.

“Pengalaman menjadi juri ini sangat seru karena saya belajar membangun karakter kepemimpinan dan rasa tanggung jawab di lapangan,” ujar Arief Hasan Sihombing salah satu siswa peserta praktik. Ia menambahkan bahwa melalui simulasi ini, mereka menjadi lebih menghargai setiap aturan yang berlaku. Menurutnya, inovasi pembelajaran seperti ini sangat efektif untuk menguji ketangkasan fisik sekaligus kemampuan manajemen pertandingan secara bersamaan.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi mengenai kendala yang dihadapi siswa saat menjadi pemain maupun sang pengadil lapangan. Guru memberikan evaluasi terhadap akurasi keputusan juri dan teknik pukulan yang diperagakan selama praktik berlangsung. Praktik ini diharapkan mampu mencetak atlet muda yang tidak hanya mahir bertanding, tetapi juga sportif dan disiplin.