
Pandan (Humas). Pembacaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di MAN 3 Tapanuli Tengah, Senin (17/8/2026). Pembacaan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan diikuti oleh seluruh peserta upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap konstitusi serta sejarah perjuangan bangsa.
Pembacaan UUD 1945 tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali dasar negara dan cita-cita bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai tentang kemerdekaan, persatuan, keadila serta kesejahteraan menjadi pesan penting yang perlu dipahami dan dihayati oleh generasi muda.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pembacaan UUD 1945 memiliki makna yang sangat penting bagi peserta didik. generasi muda Perlu mengetahui bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh dengan mudah melainkan melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu bangsa.
“Pembacaan UUD 1945 ini hendaknya tidak hanya didengar tetapi juga dipahami maknanya. Di dalamnya terdapat cita-cita bangsa yang harus kita teruskan. Anak-anak kita sebagai generasi penerus harus mengetahui dasar dan arah perjuangan bangsa agar mereka memiliki rasa cinta tanah air serta tanggung jawab untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945 dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Sikap menghargai perbedaan, menjaga persatuan menaati aturan, menghormati hak orang lain serta melaksanakan kewajiban merupakan bentuk sederhana dari pengamalan nilai kebangsaan di lingkungan madrasah.
Kepala Madrasah juga berpesan agar peserta didik tidak memandang kemerdekaan hanya sebagai sebuah peristiwa sejarah. Kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan, mengembangkan potensi, meraih cita-cita dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa.
“Anak-anak harus menyadari bahwa tugas generasi sekarang berbeda dengan tugas para pahlawan dahulu. Kalau para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan maka tugas kalian adalah mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi menjaga persatuan serta menjadi generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab,” pesan Hj. Juraida.
Bagi peserta didik MAN 3 Tapanuli Tengah pembacaan UUD 1945 menjadi pengingat bahwa mereka memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan cita-cita bangsa. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kedisiplinan mengikuti pembelajaran menghormati guru menjaga hubungan baik dengan sesam menaati tata tertib madrasah serta aktif mengembangkan bakat dan kemampuan.
Peserta didik juga diharapkan mampu menjadikan nilai persatuan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Perbedaan latar belakang karakter kemampuan maupun minat bukan menjadi alasan untuk saling menjauh tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan menciptakan lingkungan madrasah yang harmonis.
Melalui pembacaan UUD 1945 dalam peringatan HUT ke-81 RI MAN 3 Tapanuli Tengah terus berupaya menanamkan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan kepada peserta didik. Momentum tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan prestasi tetapi juga memiliki kesadaran konstitusional, rasa cinta tanah air serta komitmen untuk menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.(ms)