
Pandan (Humas) Proses rehabilitasi sarana dan prasarana MAN 3 Tapanuli Tengah membawa perubahan pada suasana belajar di madrasah. Meski demikian kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para murid untuk tetap hadir, mengikuti pembelajaran dan menjalankan aktivitas akademik dengan penuh antusias,Senin(24/8).
Di tengah proses rehabilitasi para murid dituntut untuk mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan madrasah. Keterbatasan yang ada tidak menjadi alasan untuk mengurangi kesungguhan dalam belajar. Sebaliknya situasi tersebut menjadi pengalaman bagi murid untuk belajar lebih disiplin, sabar dan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan.
Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Hj. Juraida Siregar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap semangat para murid yang tetap mengikuti pembelajaran di tengah proses rehabilitasi. Menurutnya, keberlangsungan kegiatan belajar mengajar merupakan hal yang harus terus dijaga meskipun terdapat sejumlah penyesuaian di lingkungan madrasah.
“Anak-anak harus tetap semangat belajar. Rehabilitasi ini adalah proses menuju kondisi madrasah yang lebih baik. Saya berharap seluruh murid dapat memahami kondisi ini, tetap disiplin menjaga ketertiban dan memanfaatkan waktu belajar dengan sebaik-baiknya,” ujar Juraida.
Sementara itu salah seorang murid MAN 3 Tapanuli Tengah Aisyah Indra Kesuma mengungkapkan bahwa suasana belajar selama proses rehabilitasi memang terasa berbeda. Namun ia bersama teman-temannya berusaha untuk tetap menyesuaikan diri dan mengikuti pembelajaran dengan baik.
“Awalnya memang terasa berbeda karena madrasah sedang dalam proses rehabilitasi. Tetapi kami tetap berusaha fokus belajar. Bagi kami kondisi ini bukan alasan untuk bermalas-malasan karena kami tetap ingin mendapatkan pelajaran dengan baik,” ungkap Aisyah.
Menurut Aisyah proses rehabilitasi juga memberikan pengalaman baru bagi dirinya dan teman-teman. Mereka belajar untuk lebih sabar saling membantu menjaga ketertiban serta menciptakan suasana belajar yang tetap nyaman meskipun lingkungan madrasah sedang mengalami perubahan.
Hal senada disampaikan Wali Kelas Ainal Fitri Zega yang melihat adanya sikap positif dari murid dalam menghadapi kondisi tersebut. Para murid secara perlahan mampu beradaptasi dan tetap menunjukkan antusiasme selama pembelajaran berlangsung.
“Anak-anak cukup mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada. Kami terus memberikan pemahaman bahwa rehabilitasi ini hanya sementara dan merupakan bagian dari proses perbaikan madrasah. Yang terpenting mereka tetap menjaga semangat belajar, kedisiplinan dan kebersamaan,” ujar Ainal Fitri Zega.
Ia juga menilai bahwa kondisi tersebut dapat menjadi pembelajaran karakter bagi murid. Mereka tidak hanya belajar dari materi yang disampaikan di dalam kelas tetapi juga belajar menghadapi perubahan, menjaga sikap serta bertanggung jawab terhadap proses pendidikan yang sedang mereka jalani.
Bagi Aisyah dan teman-temannya harapan sederhana adalah agar proses rehabilitasi dapat berjalan lancar dan segera selesai sehingga mereka dapat kembali menikmati suasana belajar dengan sarana yang semakin baik. Namun selama proses tersebut berlangsung semangat untuk menimba ilmu tetap menjadi prioritas.
“Semoga rehabilitasinya cepat selesai dan madrasah menjadi lebih baik serta nyaman. Untuk sekarang kami tetap semangat belajar dan mengikuti kegiatan seperti biasa,” tutur Aisyah.
Semangat para murid tersebut menjadi gambaran bahwa perubahan kondisi lingkungan tidak harus menghentikan langkah untuk terus belajar. Di tengah proses rehabilitasi warga MAN 3 Tapanuli Tengah bersama-sama berupaya menjaga kegiatan pembelajaran tetap berjalan sembari menantikan hadirnya lingkungan madrasah yang lebih baik untuk mendukung proses pendidikan ke depan.(ms)