
Lopian (Humas ) MIN 6 Tapanuli Tengah menyelenggarakan Upacara Bendera rutin hari Senin (10/2/2025) dengan tema “Akhlakul Karimah”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sebagai pondasi karakter generasi penerus bangsa.
Dalam amanatnya, Muallimah Suraida Hanum Batubara, S.Pd.I., selaku Pembina Upacara, menyampaikan bahwa akhlak merupakan cerminan keimanan seseorang dan kunci kebahagiaan dunia-akhirat. Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW, *“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak”* (HR. Imam Ahmad) . Menurutnya, akhlak yang baik tidak hanya berupa tutur kata sopan, tetapi juga mencakup sikap jujur, sabar, toleransi, dan hormat kepada guru serta orang tua .
Muallimah Suraida juga mengingatkan siswa tentang tiga akar dosa yang harus dihindari: kesombongan, keserakahan, dan iri hati. “Kesombongan membuat kita lupa diri, keserakahan menjauhkan dari rasa syukur, dan iri hati merusak persaudaraan,” ujarnya sambil mengutip Al-Quran Surah Al-Qasas ayat 88-89 .
Dalam amanat tersebut, Pembina Upacara memberikan contoh konkret penerapan akhlak mulia, seperti:
- Menghormati guru dan teman tanpa membeda-bedakan latar belakang.
- Disiplin dalam belajar dan menghindari tindakan curang saat ujian.
- Membantu teman yang kesulitan sebagai wujud kepedulian sosial .
Beliau juga menekankan bahwa di era globalisasi, godaan untuk melupakan nilai-nilai akhlak semakin besar. “Teknologi bisa menjadi pisau bermata dua. Gunakanlah untuk kebaikan, bukan menyebar kebencian,” pesannya .
Salah satu siswa kelas VI, Maulaya, mengaku termotivasi untuk memperbaiki diri. “Saya ingin lebih sabar dan tidak mudah marah saat menghadapi masalah,” ujarnya. Guru Akidah Akhlak, Mualimah Kartika, menambahkan bahwa tema ini sejalan dengan program sekolah untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kegiatan sehari-hari.
Upacara ditutup dengan doa bersama agar seluruh siswa mampu menjaga akhlak mulia. Kepala MIN 6 Tapanuli Tengah, Masyhur Tanjung, S.Ag, berharap kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah. “Akhlak adalah fondasi peradaban. Mari kita jaga bersama,” tegasnya.