
Sorkam Barat (Humas) – Sebagai bentuk implementasi nyata dari pembelajaran fikih dan penumbuhan rasa kepedulian sosial, sejumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah turut serta langsung dalam pelaksanaan praktik fardu kifayah di lingkungan masyarakat. Kegiatan yang melibatkan para siswa ini mencakup seluruh rangkaian pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman umum. Kehadiran para pelajar ini di tengah-tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pendidikan madrasah mampu menyatu dan memberikan manfaat langsung pada kegiatan keagamaan warga sekitar. Sabtu, 23 Mei 2026
Keterlibatan aktif para siswa ini dibimbing langsung oleh guru pendamping keagamaan Kurnia Hafiz yang memastikan setiap tata cara yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Beliau yang mengawal langsung jalannya prosesi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesiapan mental para siswa. “Praktik langsung di lapangan seperti ini sangat penting untuk menguji pemahaman teori yang selama ini mereka pelajari di kelas. Alhamdulillah, anak-anak tidak canggung dan menunjukkan rasa hormat serta kekhidmatan yang tinggi selama membantu prosesi pengurusan jenazah ini,” ujarnya.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, Muhammad Lutfi Siambaton, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif dan keberanian para siswa. Beliau menegaskan bahwa terjun langsung dalam pengurusan fardu kifayah adalah ujian mental dan spiritual yang sesungguhnya di luar kelas. “Pelajaran fikih yang diterima di madrasah tidak akan sempurna jika tidak diamalkan di tengah masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari pembentukan karakter keagamaan masa depan yang berintegritas, peduli, dan siap mengabdi kapan pun masyarakat membutuhkan,” ungkap beliau.
Melalui partisipasi langsung ini, para siswa tidak hanya mengasah keterampilan praktis keagamaan mereka, tetapi juga mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berharga mengenai hakikat kematian dan pentingnya solidaritas sosial. Pengalaman langsung di lapangan ini dinilai jauh lebih efektif dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif jika dibandingkan dengan teori di dalam ruang kelas. Selain itu, kegiatan ini juga melatih mental para siswa agar memiliki kesiapan dan tidak gentar ketika nantinya harus memimpin atau membantu prosesi serupa di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
Dengan adanya kegiatan positif ini, MAN 2 Tapanuli Tengah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga matang dalam pengamalan ilmu agama dan pengabdian sosial. Keterlibatan dalam fardu kifayah ini diharapkan dapat terus membudaya di kalangan siswa sebagai bekal berharga di masa depan. Bersama seluruh elemen yang ada, MAN 2 Tapanuli Tengah siap mantap melangkah melahirkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan senantiasa menjadi pelopor kebaikan di tengah-tengah masyarakat.