
Barus (Humas) – Keluarga Besar MTsN 1 Tapanuli Tengah mendapatkan berita duka, dimana salah seorang orang tua siswa kelas VII -A Mutiara Simamora meninggal dunia pada sore, Senin (9/6). Berita duka ini disampaikan oleh Dahniar selaku Wali Kelas VII-A.
Takziah dilakukan pada Rabu (11/6/2025) pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.35 WIB di rumah duka yang bertempat di Desa Kedai Gedang. “Takziyah tersebut dihadiri oleh Muallim dan Muallimah MTsN 1 Tapanuli Tengah, siswa/i Kelas VII-A, dan siswa/i yang berdomisili di desa Kedai Gedang dan Kedai Tiga. Kegiatan takziyah ini diawali dengan membacakan ayat Alquran dan penyampaian kata-kata takziyah, yang disampaikan oleh Suryanti Damanik (WKM Kesiswaan),” Ujar Nuralya.
Pada kesempatan tersebut, Suryanti Damanik berkenan menyampaikan sebuah sirah di hadapan ahli bait dan para jamaah takziah. Dalam sirahnya, Suryanti Damanik menerangkan, “kisah seorang pemuda, yg meminta kepada malaikat Izrail agar sebelum mencabut nyawanya dia diberi tahu dulu, tapi ternyata, sudah banyak tanda-tanda yang tersirat namun pemuda tersebut tidak sadar. Dari kisah ini kita dapat ambil hikmahnya, kalau kematian itu tidak bisa kita prediksi walaupun tanda sudah banyak yang diberikan,” Ucap Damanik.
Lebih lanjut Suryanti Damanik, menyampaikan “kita semua yang sedang berhadir takziyah ini, sesungguhnya sedang menunggu antrian kapan di panggil sang Khalik, bisa saja hari ini, mungkin bisa saja esok bahkan lusa kita yang di takziyahi, musibah kematian ini sesungguhnya tidak bisa kita prediksi kapan datangnya, akan tetapi itu semua atas kehendak Allah SWT, ketentuan Allah SWT berlaku kapan dan dimanapun. Dengan musibah ini, ananda Mutiara jangan patah semangat, tetaplah berjuang dan lanjutkan sekolah. Serta ibu dan Ahli bait di rumah ini semoga Allah karunia kan kesabaran hati, seta tabah dan tawakkal dalam menghadapi musibah ini,” tutup Suryanti.
WKM Bidang Humas, Nuralya Siambaton, juga menyampaikan support kepada ananda Mutiara dengan berpesan, “kami di Madrasah Muallim dan Muallimah ananda di sekolah adalah jua orang tuamu nak, maka jika ada kelu kesah ananda bisa sampaikan juga kepada kami,” Tutup Nuralya. Kegiatan tausiah ditutup dengan pemberian IKS (Ikatan Tali Kasih) serta bersalam-salaman dengan ahli bait.