Dirjen Bimas Katolik Kunjungi Korban Bencana Banjir Dan Longsor Di Tapanuli Tengah

Pandan (Humas). Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Drs. Suparman, S.E.,M.Si.kunjungi korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (13/1/2026). Dalam kunjungan tersebut didampingi Salman Habeahan, S. Ag., M.M., selaku Direktur Urusan Agama Bimas katolik, Pembimbing Masyarakat Katolik wilayah Sumatera Utara Marihuttua Pasaribu, S. Ag., M. Si., Kepala Seksi Bimas Katolik Kabupaten Tapanuli tengah Erwin Silalahi, S. Ag., M.Pd., beserta Penyuluh Agama Katolik dan rohaniwan-rohaniwati.

Dirjen Bimas katolik beserta rombongannya bertolak dari Pandan menuju lokasi bencana sekitar pukul 08.00 Wib. Lokasi yang pertama dikunjungi adalah Hutagodang kecamatan Batangtoru dimana Gereja Katolik Kristus Raja Hutagodang mengalami kerusakan akibat bencana banjir yang terjadi 25 Nopember 2025 yang lalu. Rombongan disambut baik oleh Pastor Paroki PinangsoriAditya Paranginangin

Setelah itu, rombongan berkunjung menuju Gereja Pagaran Honas yang ada di Kecamatan pinangsori. Gereja tersebut mengalami rusak berat sehingga umat selama ini melaksanakan peribadatan di tenda-tenda pengungsian dan segala peralatan gereja dan liturgi hanyut terbawa arus banjir. Dirjen menyampaikan dalam waktu cepat masalah tersebut segera diatasi agar umat dapat melaksanakan peribadatan seperti Perayaan Ekaristi dengan baik.

Rombongan berkunjung ke Keuskuspan Sibolga dan disambut baik oleh Uskup Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga. Dalam pertemuan tersebut membicarakan langkah cepat revitalisasi gereja-gereja Katolik yang ada di wilayah Keuskupan Sibolga paska bencana dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Seusai pertemuan, Uskup Sibolga dan rombongan bertolak menuju lokasi bencana yang ada di Pandan tepatnya Susteran San Damiano yang turut mengalami banjir dan tanah longsor. Para Suster menyambut hangat atas kujungan Dirjen dan Uskup Sibolga.

Melihat langsung lokasi bencana sangat mengiris hati dan amat prihatin. Kondisi masyarakat yang dilanda kesedihan dan trauma terlihat jelas pada wajah dan ungkapan spontan dari masyarakat yang mengalami bencana. Bagaimana hidup dan nasib mereka di hari yang akan datang membuat mereka pasrah kepada Tuhan Yang maha Esa. Rumah telah lenyap, anggota keluarga meninggal dunia terbawa arus dan tertimbun longsor, ladang dan sawah tak dapat lagi diandalkan untuk menyambung hidup akibat rusak parah, anak-anak tidak bersekolah karena baju hanyut dan gedung sekolah hancur luluh lantak.  Semoga saudara kita sebangsa dan setanah air tergerak mengulurkan bantuan untuk memulihkan saudara kita yang ditimpa bencana. Semboyan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah usai bencana alam : “ Tapteng Bangkit: Bangkit Lebih Cepat, Pulih Lebih Kuat”. Amin…