
Tapanuli Tengah (Humas) — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal Guru Agama Islam se-Kabupaten Tapanuli Tengah yang digelar dengan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen para pendidik dalam menjalankan peran mulianya.
Acara yang dihadiri oleh para guru Pendidikan Agama Islam dari berbagai jenjang ini mengangkat tema “Fitrah Pendidik Sejati: Mensucikan Hati, Menebarkan Inspirasi, dan Menjadi Suri Teladan Berlandaskan Nilai Qur’ani.” Tema tersebut mencerminkan harapan agar para guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan teladan bagi peserta didik.
Dalam sambutannya Kakan Kemenag Tapteng, Awaluddin Habibi Siregar menyampaikan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan antar sesama, serta memperkuat nilai-nilai keikhlasan dalam mendidik. “Sebagai guru agama, kita memikul tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah yang mengajak para guru untuk kembali pada fitrah sebagai pendidik sejati, yaitu mendidik dengan hati yang tulus, penuh kesabaran, dan berlandaskan ajaran Al-Qur’an. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah agama, hingga sesi saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan.

Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sumber inspirasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme dalam mendidik. Dengan hati yang bersih dan niat yang lurus, para guru diharapkan mampu menjadi teladan yang baik serta membawa perubahan positif di lingkungan pendidikan.
Halal Bihalal ini pun ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk akhlak generasi penerus bangsa.