
Pandan (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sarudik, Sahlan, mendapat kehormatan untuk memimpin doa dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 Tahun 2025 yang dilaksanakan di SMP Fatimah II Sibolga, Selasa pagi (20/5).
Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Camat Sarudik yang diwakili oleh Sekretaris Camat, Azarul Efendi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan amanat dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Mutia Hafiz, yang menekankan pentingnya semangat kebangkitan nasional dalam era digital serta peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan kemajuan bangsa melalui pemanfaatan teknologi secara bijak.
Doa yang dipimpin oleh Sahlan menjadi puncak spiritual acara, menyatukan semangat kebangsaan dengan nilai-nilai religius. Dalam doanya, beliau menyampaikan harapan dan permohonan kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia terus diberi kekuatan, persatuan, dan keberkahan. Berikut inti dari doa yang disampaikan:
“Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, berkat izin-Mu kami dapat melaksanakan upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-117 ini dengan penuh semangat dan khidmat. Bimbinglah kami menjadi pribadi yang selalu bersyukur, menghargai jasa para pahlawan, serta bersemangat untuk selalu berkontribusi bagi kejayaan bangsa dan negara ini. Satukanlah kami di bawah bendera Merah Putih. Beri kami kekuatan untuk senantiasa saling mendukung dalam memajukan bangsa agar Indonesia menjadi negara yang lebih adil, makmur, dan sejahtera. Ya Allah Yang Maha Mengetahui, tuntun kami di jalan kebenaran dan jauhkan kami dari segala keburukan. Lindungi kami agar tidak mudah terhasut dan tidak mudah diadu domba agar bangsa Indonesia tidak terpecah belah. Ya Rabb, Engkau telah menganugerahkan kemerdekaan kepada bangsa ini melalui pengorbanan para pahlawan. Ampunilah dosa-dosa mereka, limpahkan kasih sayang-Mu, dan tempatkan mereka di sisi-Mu.”
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga momentum refleksi untuk seluruh elemen bangsa dalam menjaga semangat gotong royong, persatuan, dan cinta tanah air.