
Barus (Humas) Setelah banjir melanda kawasan Madrasah, ruang kelas mengalami kerusakan dan dipenuhi lumpur serta sampah yang terbawa arus air. Kondisi ini membuat aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara waktu. Pihak sekolah bersama relawan segera mengambil tindakan untuk membersihkan area terdampak agar proses pembelajaran dapat segera kembali berjalan normal. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pembersihan kelas menggunakan bantuan mobil pemadam kebakaran (damkar). (21/04/2025)
Kepala Madrasah Agussalim Batubara, S.Pd.I mengkerahkan Mobil damkar karena memiliki kapasitas air yang besar serta selang bertekanan tinggi yang efektif untuk membersihkan lumpur tebal dan kotoran membandel di lantai dan dinding kelas. Petugas damkar bekerja sama dengan guru dan siswa untuk menyemprot seluruh bagian kelas yang terkena dampak banjir. Dengan tekanan air yang kuat, lumpur dan sisa-sisa banjir dapat disingkirkan lebih cepat dibandingkan metode manual seperti menyiram dengan ember.
Pembersihan ini tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di area halaman sekolah, koridor, dan kamar mandi. Petugas damkar memastikan seluruh lingkungan sekolah dalam kondisi bersih dan aman sebelum aktivitas belajar kembali dimulai. Selain itu, pihak sekolah juga melakukan pembersihan noda kotoran dan lembap akibat banjir.
Kerja sama antara pihak sekolah, petugas damkar, relawan, serta dukungan dari orang tua murid menjadi kunci keberhasilan dalam proses pembersihan ini. Semangat gotong royong terlihat jelas saat semua pihak turun tangan demi memastikan anak-anak bisa kembali belajar di lingkungan yang bersih dan nyaman. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana dan perlunya peralatan serta sistem tanggap darurat yang efektif di lingkungan sekolah. (KN).