Tim ZI MAN 3 Tapteng Ikuti Pendampingan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Pandan (Humas) – Tim Zona Integritas (ZI) MAN 3 Tapanuli Tengah berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (05/11) bertempat di Aula MAN Sibolga.

Kegiatan ini juga diikuti oleh tim ZI dari MTsN Sibolga, MAN Sibolga dan MTsN 2 Tapanuli Tengah. Pendampingan tersebut menghadirkan narasumber dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara yakni Ade Zulfina Fitri dan Juliantari Al Rahmi.

Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh semangat dan antusiasme dari seluruh peserta. Para tim ZI masing-masing madrasah tampak serius mengikuti materi menyimak setiap penjelasan dan aktif berdiskusi dalam sesi tanya jawab. Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi madrasah dalam memperkuat implementasi nilai-nilai integritas, akuntabilitas dan profesionalisme dalam tata kelola lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah Juraida Siregar turut hadir langsung mendampingi tim ZI madrasahnya. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kanwil Kemenag Sumatera Utara dan Kemenag Kota Sibolga yang telah memfasilitasi kegiatan pendampingan ini. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan arah yang lebih jelas bagi madrasah dalam membangun Zona Integritas yang nyata dan berkelanjutan.

“Pelaksanaan Zona Integritas bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban administrative tetapi merupakan bentuk komitmen moral kita untuk menciptakan madrasah yang bersih, transparan dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Kami di MAN 3 Tapanuli Tengah siap mendukung sepenuhnya program ini,” ujar Kamad.

Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dimulai dari perubahan pola pikir dan budaya kerja di lingkungan madrasah. Beliau berharap setiap guru dan tenaga kependidikan dapat menjadi teladan dalam mewujudkan nilai-nilai integritas dalam tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. “Keberhasilan ZI tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran dan komitmen bersama dari seluruh unsur madrasah,” tambahnya.

Sekretaris Tim ZI MAN 3 Tapanuli Tengah Nurazizah Simanungkalit, juga memberikan pandangannya mengenai kegiatan ini. Ia menyebut bahwa pendampingan dari Kanwil Kemenag Sumut memberikan banyak masukan berharga terutama dalam penyusunan dokumen eviden, pemetaan program kerja serta strategi monitoring dan evaluasi setiap bidang ZI.

“Kami merasa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana setiap area perubahan harus diimplementasikan secara nyata dan terukur. Dengan pendampingan ini kami semakin yakin untuk melangkah dan memperkuat tim ZI MAN 3 Tapanuli Tengah agar siap menuju WBK dan WBBM,” ungkap Nurazizah Simanungkalit.

Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antar satuan kerja. Tim dari masing-masing madrasah saling bertukar informasi dan strategi terkait pelaksanaan program ZI di madrasah mereka. Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bersama untuk terus memperbaiki tata kelola lembaga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pendidikan madrasah.

Di akhir kegiatan Kepala MAN 3 Tapanuli Tengah menegaskan kembali komitmen madrasahnya untuk terus berbenah dan memperkuat implementasi Zona Integritas. “Kami ingin MAN 3 Tapanuli Tengah menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai integritas dan profesionalisme. Kami akan terus berupaya agar madrasah ini menjadi bagian dari wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih serta melayani,”pungkasnya.

Melalui kegiatan pendampingan ini MAN 3 Tapanuli Tengah semakin termotivasi untuk membangun sistem kerja yang berorientasi pada transparansi dan pelayanan publik yang optimal. Harapannya semangat pembangunan Zona Integritas ini dapat menular ke seluruh civitas akademika sehingga MAN 3 Tapanuli Tengah dapat menjadi madrasah berintegritas dan berdaya saing tinggi di lingkungan Kementerian Agama.(ms)