
Sorkam Barat (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah kembali menunjukkan eksistensinya di bidang akademik dengan mengirimkan delegasi siswa terbaiknya untuk berkompetisi dalam ajang Olimpiade Sains Tingkat Pelajar yang diselenggarakan di Kota Sibolga. Pengiriman kontingen ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk terus memotivasi siswa dalam meningkatkan kemampuan, khususnya di bidang sains dan teknologi. Keikutsertaan menjadi pembuktian bagi para siswa untuk mengetahui kemampuan akademik mereka. Sabtu, 30 Mei 2026
Sebanyak belasan siswa akan bersaing dalam beberapa mata pelajaran yang diperlombakan, mulai dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, hingga Ekonomi dan Geografi. Pihak sekolah berharap, kehadiran perwakilan MAN 2 Tapanuli Tengah tidak hanya sekadar meramaikan kompetisi, tetapi juga mampu menunjukkan daya saing yang tinggi, membawa pulang medali, dan mengharumkan nama daerah. Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, Muhammad Lutfi Siambaton, memberikan apresiasi dan motivasi penuh saat melepas keberangkatan kontingen secara resmi. Beliau menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar ajang perebutan piala, melainkan wadah penting untuk menguji mentalitas dan kapasitas diri siswa di level yang lebih luas.
“Kami sangat bangga dengan semangat juang anak-anak kita. Keikutsertaan ini adalah bukti nyata eksistensi MAN 2 Tapanuli Tengah yang terus bergerak maju dalam mencetak generasi madrasah yang mandiri dan berprestasi. Keluarkan kemampuan terbaik, jaga sportivitas, dan jadikan momentum ini sebagai pengalaman berharga untuk menatap masa depan,” ujar Muhammad Lutfi Siambaton dalam arahannya.
Ajang tahunan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi siswa MAN 2 Tapanuli Tengah menuju kompetisi yang lebih tinggi, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) maupun Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat provinsi dan nasional. Pihak manajemen madrasah menegaskan bahwa kalah atau menang adalah hal biasa dalam sebuah kompetisi, namun pengalaman berharga, perluasan wawasan, dan mentalitas juara yang terbentuk selama perlombaan jauh lebih bernilai untuk masa depan akademik para siswa.
Di sisi lain, para guru pendamping dan pembina olimpiade juga menyatakan kesiapannya untuk terus mengawal perjuangan para siswa hingga kompetisi selesai. Selain fokus pada perolehan nilai, kehadiran tim pendamping ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik dan psikologis para peserta tetap prima selama bertanding di Kota Sibolga. Dengan sinergi yang kuat antara siswa, guru, dan dukungan penuh pihak madrasah, optimisme tinggi menyelimuti seluruh kontingen MAN 2 Tapanuli Tengah.