
(HUMAS) MIN 3 TAPANULI TENGAH – Suasana khidmat nan penuh haru menyelimuti lapangan MIN 3 Tapanuli Tengah pada hari ini. Seluruh keluarga besar madrasah berkumpul bukan untuk merayakan sebuah prestasi, melainkan untuk melepas salah satu sosok pilar pendidikan terbaik mereka, Bapak Hikmat Pajar Pasaribu, S.Pd.I, yang telah memasuki masa purna bakti (pensiun).(02/05/2026).
Acara yang dihadiri oleh Kepala Madrasah, seluruh jajaran guru, staf, serta ratusan siswa-siswi ini berlangsung penuh tetesan air mata. Sosok Pak Hikmat yang dikenal penyabar dan kebapakan membuat momen perpisahan ini terasa begitu berat bagi siapa pun yang hadir.
Kepala MIN 3 Tapanuli Tengah, Bapak Rahmadi Tanjung, S.Pd.I, M.Pd, dalam sambutannya tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya. Beliau menyampaikan betapa besarnya dedikasi yang telah diberikan oleh Pak Hikmat selama ini.
“Hari ini, kami tidak hanya melepas seorang guru, tapi kami melepas seorang orang tua, mentor, dan teladan. Pak Hikmat adalah sosok yang mengajarkan kita bahwa mengajar bukan sekadar mentransfer ilmu, tapi memberikan hati. Terima kasih atas setiap peluh dan doa yang Bapak curahkan untuk madrasah ini. Nama Bapak akan selalu terukir di gedung-gedung ini dan di hati anak-anak kami,” ujar Pak Rahmadi dengan suara yang bergetar.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Bapak Rahmadi Tanjung memberikan cenderamata secara langsung kepada Bapak Hikmat Pajar Pasaribu. Momen bersalaman dan pelukan hangat di antara keduanya menjadi puncak suasana haru yang memicu isak tangis para guru dan siswa.
Pesan Perpisahan Bapak Hikmat Pajar Pasaribu: “Maafkan Ayah…”Ketika tiba waktunya Bapak Hikmat menyampaikan kata perpisahan, suasana seketika menjadi hening. Dengan suara yang terbata-bata karena menahan tangis, beliau memandang wajah-wajah siswanya satu per satu.
“Anak-anakku sekalian, dan rekan-rekan seperjuangan… Hari ini langkah kaki saya di sekolah ini mungkin berakhir, tapi doa saya untuk kalian tidak akan pernah putus. Maafkan Bapak—maafkan Ayahmu ini—jika selama puluhan tahun mengajar ada kata yang menyakiti atau teguran yang terlalu keras. Itu semua karena Bapak ingin melihat kalian menjadi orang yang berhasil di dunia dan akhirat.”
“Kepada rekan-rekan guru, teruslah berjuang. Madrasah ini adalah rumah kita. Saya pamit, tapi hati saya tetap tertinggal di sini, bersama tawa dan canda kalian di koridor kelas ini. Selamat tinggal, anak-anakku… Teruslah mengaji dan belajar.”
Setelah sambutan berakhir, seluruh siswa-siswi berbaris untuk menyalami Pak Hikmat untuk terakhir kalinya sebagai guru aktif. Tangisan pecah ketika para siswa memeluk guru idola mereka tersebut dengan erat, seolah tak ingin melepaskan. Beberapa guru pun tampak menyeka air mata dengan tisu, tak kuasa melihat pemandangan yang menyentuh kalbu tersebut.
Perpisahan ini memang menandai berakhirnya masa tugas secara administratif, namun pengabdian dan cinta yang telah ditanamkan oleh Bapak Hikmat Pajar Pasaribu, S.Pd.I di MIN 3 Tapanuli Tengah akan tetap hidup dan menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang.
Selamat memasuki masa purna bakti, Pak Hikmat. Terima kasih atas segala bakti.